Meskipun demikian, Tito memisahkan tenaga honorer yang skill seperti guru atau tenaga medis yang memang dibutuhkan dengan tenaga honorer yang administrasi.
Terbaru, mengutip Kompas Tv, Kementrian Dalam Negeri melakukan pengurangan tenaga honorer setelah penghematan anggaran yang diterapkan Presiden RI Prabowo Subianto.
Hal itu diakui Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, kepada Kompas (9/02/2025). Pemerintah disebutkan sedang menyusun surat edaran sebagai panduan kepala daerah dalam melakukan efesiensi di daerahnya masing-masing.
Kalimantan Live/M. Gazali Noor

