BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, memimpin rapat koordinasi Forkompinda untuk membahas masalah darurat sampah yang tengah dihadapi Kota Banjarmasin, di Aula Kayuh Baimbai, Rabu (12/02/2025).
Dalam rapat tersebut, Ibnu Sina menegaskan bahwa tema utama yang harus segera ditangani adalah penanganan sampah, yang semakin menumpuk pasca penyegelan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Basirih.
# Baca Juga :Musrenbang RKPD 2025-2026 di Banjarmasin Utara Fokus pada Prioritas pada Sampah
# Baca Juga :Tahura Sultan Adam Tingkatkan Kesadaran Pengelolaan Sampah Melalui Bimtek 3R
# Baca Juga :Bahas Soal Sampah, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq Sengaja Datang ke Tanah Bumbu
# Baca Juga :Kolaborasi Pemprov Kalsel dan Masyarakat Sukses Tangani Sampah Pasca Perayaan 5 Rajab
“Sudah 11 hari pasca penyegelan TPA Basirih, sampah terus menumpuk, TPA, TPS, dan fasilitas 3R sangat terbebani dan penanganannya sudah mulai tidak terkendali,” ungkap Ibnu Sina.
Sebagai langkah konkret, Ibnu Sina menjelaskan bahwa Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah meminta kebijaksanaan dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) serta Gubernur Kalsel untuk bersama-sama mencari solusi.
“Kami sudah membuat draft surat edaran yang tinggal menunggu persetujuan dan tanda tangan Forkompinda, ini akan menjadi dasar bagi langkah-langkah di lapangan,” kata Walikota dua periode tersebut.
Selain itu, Ibnu Sina juga mengungkapkan perlunya alokasi pembiayaan dan kontribusi dari pihak lain, seperti perusahaan swasta atau melalui Corporate Social Responsibility (CSR), untuk membantu pembiayaan dan pengelolaan lokasi-lokasi pemilihan di tingkat kelurahan.

