Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, Veronica Tan, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mendukung penguatan ekonomi perempuan.
“Tantangan ke depan masih banyak, mulai dari kebutuhan ekonomi yang mendesak, kasus KDRT, perdagangan manusia, hingga eksploitasi tenaga kerja perempuan. Oleh karena itu, pendidikan dan pelatihan harus selaras dengan kebutuhan dunia kerja,” ungkapnya.
BACA JUGA: Hj Shinta dan H Saridi Bersaing Jadi Ketua Kadin Kalsel pada Musprov Kadin 12-13 September 2022
Vero menekankan bahwa lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) seharusnya memiliki tingkat penyerapan kerja hingga 80% setelah lulus. Jika masih terdapat kesenjangan keterampilan, maka pelatihan tambahan harus diberikan agar mereka siap bersaing di pasar kerja.
“Menjadi pengusaha bukanlah hal mudah. Diperlukan disiplin, ketekunan, dan kemauan untuk terus belajar. Generasi muda harus dibekali dengan etika, karakter, dan keterampilan yang memadai. Jika seseorang tidak mampu menjaga kerapihan dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari, maka akan sulit baginya untuk menjadi seorang pengusaha yang sukses,” pungkasnya.
Dengan berbagai program inovatif dan kolaborasi yang semakin kuat, IWAPI optimistis dapat terus menjadi motor penggerak dalam pemberdayaan ekonomi perempuan, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di tingkat global.
Kalimantanlive.com/rilis
Editor: elpian

