“Kami menggandeng semua stakeholder, mulai pemerintah setempat, Dinas Ketahanan Pangan, TNI kemudian berkoordinasi juga dengan penyuluh di lapangan,” jelasnya.
Selain itu, menggandeng mitra-mitra yang bisa dikolaborasikan, maupun mitra yang dapat membantu Bulog dalam penyediaan atau mengumpulkan gabah dari petani.
“Karena ini kan luas, sedangkan SDM kita terbatas. Jadi kita butuh mitra yang memang bisa membantu kita. Sehingga kita bisa menyukseskan penyerapan gabah,” katanya.
Kalimantanlive.com/Ger

