Kalsel Perkuat Kawasan Industri untuk Jadi Pusat Logistik Kalimantan

Tak Berkategori

Pengembangan kawasan industri juga dilakukan di wilayah utara Kalsel melalui KI Banua Anam, yang mencakup KI Seradang dan Mantuil.

KI Banua Anam akan difokuskan pada pengembangan sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan pariwisata sebagai upaya mengurangi ketergantungan ekonomi Kalsel pada sektor pertambangan.

BACA JUGA: Pemprov Kalsel Gelar Sosialisasi Pemagangan 2025 untuk Cetak Tenaga Kerja Kompeten

“Kita tidak ingin ekonomi Kalsel hanya bergantung pada sektor tambang, tapi harus beralih ke industri berbasis sumber daya terbarukan. Inilah mengapa kawasan industri ini sangat penting,” tegas Ariadi.

Selain kawasan industri, Pemprov Kalsel juga mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mekar Putih sebagai pelabuhan internasional yang mendukung konektivitas logistik. KEK ini akan menjadi pusat distribusi barang ekspor dan impor bagi Kalimantan.

“Kita harus membangun Pusat Distribusi Provinsi (PDP) agar logistik di Kalsel lebih efisien. PDP ini akan dikembangkan di tiga kluster utama: Banjarbakula, Banua Anam, dan Saijaan Bersujud,” ungkap Ariadi.

Pemprov Kalsel juga terus berupaya menarik lebih banyak investor melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

“DPMPTSP harus bergerak cepat untuk mempermudah perizinan dan menarik lebih banyak investor. Semakin cepat investasi masuk, semakin cepat pula ekonomi Kalsel tumbuh,” tutup Ariadi.