“KEK akan membuka peluang investasi yang lebih luas sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” ungkap Abdul Rahim.
Pengembangan industri halal juga menjadi perhatian utama. Pemerintah menargetkan seluruh produk industri di Kalsel bersertifikat halal pada tahun 2026 guna memperluas akses pasar global.
“Kita harus memastikan bahan baku dan produk industri memenuhi standar halal agar bisa bersaing di tingkat internasional,” tambahnya.
Abdul Rahim menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota dalam mewujudkan pertumbuhan industri yang inklusif dan berkelanjutan.
“Sinergi antara pemerintah dan pelaku industri menjadi kunci keberhasilan dalam membangun ekonomi daerah yang lebih kuat,” ujarnya.
Ia berharap Rakor ini menghasilkan rumusan kebijakan konkret yang dapat diterapkan secara efektif untuk mendukung pertumbuhan sektor industri di Kalimantan Selatan.
“Mari kita satukan tekad dan semangat untuk membangun industri Kalsel yang semakin maju dan berdaya saing,” tutupnya.
Sumber: Adpim

