BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan (Disperin Kalsel) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) tahun 2025 yang dibuka oleh Gubernur Kalsel, yang diwakili oleh Kepala Dinas Perindustrian Kalsel, Abdul Rahim.
Rakor ini dihadiri oleh perwakilan Dinas Perindustrian dari kabupaten/kota di Kalsel dan juga menghadirkan Kepala Bappeda Provinsi Kalsel sebagai narasumber utama.
BACA JUGA: Pemprov Kalsel Lakukan Validasi dan Verifikasi Tenaga Non-ASN untuk Peralihan ke PPPK
Rakor kali ini bertujuan memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota dalam mendukung pembangunan sektor perindustrian yang berkelanjutan, sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029.
Abdul Rahim menegaskan bahwa terdapat tiga isu utama yang menjadi fokus dalam rapat kali ini. Pertama adalah hilirisasi industri, yang bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal dan memperkuat industri besar serta kecil, sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan baru.
“Hilirisasi produk mentah menjadi barang jadi akan memperkuat daya saing produk Kalsel, baik di pasar domestik maupun internasional,” ujar Rahim.
Isu kedua adalah pembangunan dan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang diharapkan menjadi motor penggerak perekonomian daerah.
Dengan adanya KEK, diharapkan semakin banyak investor yang tertarik untuk berinvestasi di Kalsel, yang akan mempercepat pemerataan pembangunan.

