“Kita harus memastikan bahwa kuliner ikan khas daerah aman untuk dikonsumsi, halalan thayyiban, serta memenuhi standar kesehatan dan kualitas terbaik agar semakin dikenal luas di tingkat nasional maupun internasional,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengajak semua pihak untuk memanfaatkan momentum promosi ini sebagai ajang silaturahmi, mempererat persaudaraan, serta membangun jaringan yang lebih kuat sesama putra-putri Banua.
BACA JUGA: Pemprov Kalsel Gelar Sosialisasi Pemagangan 2025 untuk Cetak Tenaga Kerja Kompeten
“Semoga acara ini semakin memperkaya kecintaan kita terhadap warisan kuliner daerah dan memperkuat rasa bangga sebagai bagian dari Kalimantan Selatan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel, Rusdi Hartono, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkenalkan aneka masakan ikan khas Banua di tingkat nasional, seperti ketupat kandangan ikan haruan, nasi kuning ikan haruan, wadai ipau, dan olahan ikan haruan lainnya.
Selain sebagai ajang promosi, acara ini juga mendukung gerakan memasyarakatkan makan ikan melalui demo memasak berbahan dasar hasil perikanan.
“Diharapkan kegiatan ini mampu mempererat silaturahmi masyarakat Kalsel di kawasan Jabodetabek dan Bandung Raya, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya konsumsi ikan bagi kesehatan,” ujar Rusdi.
Acara ini turut dihadiri oleh Kepala Badan Penghubung Kalsel, Ketua Pengurus Pusat Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB), perwakilan KBB Jabodetabek dan Bandung Raya, mahasiswa asal Kalsel di Jakarta, serta komunitas seni dan budaya dari TMII.
Sumber: Adpim

