Bandara H. Muhammad Sidik Barito Utara, Dari Progress Hingga Pengembangan Ke Depannya.

Tak Berkategori

MUARA TEWEH, KALIMANTANLIVE.COM – Sejak diresmikan mantan Wakil Presiden RI KH. Ma’ruf Amin, pada 30 Maret 2021 lalu, Bandar Udara (Bandara) H. Muhammad Sidik (HMS) Barito Utara terus mengalami progress peningkatan fasilitas hingga standart servis dan keselamatannya.

Hal itu diungkapkan Kepala Bandar Udara H. Muhammad Sidik, Muhammad Amrillah kepada awak media Kalimantan Live, Senin, 17 Februari 2025 pagi

Muhammad Amrillah menuturkan, frekwensi penerbangan di Bandara yang dikelolanya terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu sejak diresmikan. Mobilitas penumpang pun juga belum pernah mengalami kendala penurunan.

“Subsidi perintis Susi Air beroperasi pada hari Senin untuk rute Muara Teweh – Palangka Raya, pulang – pergi. Sedangkan Airfast Indonesia sebagai pesawat carteran melakukan penerbangan satu Minggu sekali, mereka biasanya adalah orang-orang Perusahaan” jelas Amrillah.

BACA JUGA : Sengketa Pilkada Barito Utara, Argumen Penggugat Dijawab Begini, Kian Terang Benderang?

Adapun Wings Air dengan rute Muara Teweh – Banjarmasin biasanya full pada hari Jum’at, Sabtu dan Senin, karena pada saat itu biasanya masyarakat pulang dan datang ke Muara Teweh paparnya.

“Pada hari biasa rata-rata ketersediaan 80%,” sebut Amrillah.

Sedangkan jumlah penumpang terbanyak menurut rute adalah menuju Banjarmasin, berangkat tiap hari dengan ketersediaan 80 hingga 90% terangnya.

Penumpang tujuan Banjarmasin menurut Amrillah, rata-rata adalah orang-orang yang bekerja di Perusahaan swasta dan sebagian lagi adalah Pemerintah Daerah.

Menanggapi isu yang dulu sempat beredar, bahwa alokasi subsidi bagi operasional pesawat perintis akan dihapus dalam rangka efesiensi, Amrillah meluruskannya

“Korwil untuk anggaran subsidi ada di Kuala Pembuang. Akibat efesiensi ada 2 hari cancel tapi dikembalikan lagi, karena ada statment Menteri bahwa subsidi tetap,” terangnya.

Menjawab pertanyaan mengenai Bandara dengan panjang landasan 1400 M ini apakah sudah memadai bagi operasional pesawat-pesawat? Amrillah yang menjabat sejak tahun 2023 lalu memandangnya sudah cukup dan memadai.

“Untuk sekarang jenis pesawat ATR 72 sudah cukup, ini sesuai master plan unlimited-nya (tak terbatasnya) di 1800 M,” ungkap Amrillah.

Amrillah juga mendapatkan informasi tentang akan adanya penambahan armada baru, yaitu dari Fly Jaya, namun belum diketahui rute-rute pilihan mereka nantinya tujuan mana saja.

Kebutuhan pembangunan fisik penunjang Bandara saat ini memang masih ada menurut Amrillah. Seperti pembangunan gedung perbengkelan, gedung teknisi atau mekanik, terminal, workshop, gedung operasional dan beberapa lagi.

“Pagar ada dua sebenarnya, pagar sisi batas lahan dan pagar udara. Dua lapis seharusnya” kata Amrillah.

Disamping itu, masalah seperti air bersih masih menjadi kendala, disebabkan keberadaan air terlalu dalam untuk dilakukannya proses pengeboran.

“Karena sumur bornya di wilayah ini agak dalam. Sekarang kita ambil dari danau, baru kita tawas,” ungkapnya.

Dia juga memberikan saran agar area parkir di halaman Bandara dikelola Pemerintah setempat, sehingga ada pemasukan pula bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD), sarannya.