“Isu intoleransi, radikalisme, dan terorisme sering dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk menimbulkan perpecahan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk selalu menanamkan kesadaran tentang pentingnya menghargai dan merawat keberagaman,” tambahnya.
Ketua Rabithah Melayu Banjar, Syarbani Haira, juga menekankan bahwa menjaga persatuan bangsa merupakan tanggung jawab bersama dalam menghadapi berbagai tantangan.
BACA JUGA: Komplek Perkantoran Pemprov Kalsel Disiapkan Jadi Destinasi Wisata dan Pusat Ekonomi Kreatif
“Keberagaman adalah kekayaan bangsa yang harus kita rawat. Melalui pendidikan, budaya, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendiri bangsa, kita dapat menangkal intoleransi dan radikalisme,” ujar Syarbani.
Lokakarya ini menghadirkan narasumber dari UIN Antasari, Akademisi ULM, serta Polda Kalsel, yang membahas ancaman ideologi ekstrem dan strategi pencegahan yang bisa dilakukan oleh masyarakat.
Fokus utama dalam lokakarya ini adalah penguatan wawasan kebangsaan melalui pendekatan pendidikan dan sosial budaya.
“Melalui lokakarya ini, kami berharap semakin banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya menjaga persatuan dan kebhinekaan sebagai modal utama membangun Indonesia yang lebih maju dan berkeadaban,” tutup Syarbani
Sumber: MC Kalsel
Editor: Elpian

