Melalui InaRISK, masyarakat dapat memperoleh edukasi tentang mitigasi bencana baik sebelum, saat, maupun setelah bencana terjadi.
Rahmi berharap, aplikasi ini dapat digunakan oleh seluruh pihak, termasuk pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya, dalam menyusun strategi serta program pengurangan risiko bencana.
BACA JUGA: Satresnarkoba Polres Balangan Kembali Amankan Penjual Sabu di Paringin
“InaRISK juga menjadi alat untuk menyebarluaskan data spasial dalam bentuk layanan GIS yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kajian dan perencanaan di tingkat daerah maupun nasional,” harapnya.
Kalimantanlive.com/Kamil







