Penipuan lainnya termasuk penawaran paket perjalanan wisata atau umrah dengan diskon tidak wajar, serta penyampaian informasi pengiriman parsel Lebaran. Friderica menegaskan bahwa penipu sering memanfaatkan momen ini dengan mengirim pesan yang meminta masyarakat membuka atau mengunduh dokumen atau aplikasi untuk mengakses informasi pengiriman parsel.
BACA JUGA: OJK Terbitkan Lima POJK Baru, Dorong Transformasi Industri Asuransi dan Dana Pensiun
Menjelang Ramadan, laporan konsumen terkait fraud eksternal diperkirakan masih tinggi. Hal ini disebabkan oleh tingginya penggunaan teknologi serta rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kerahasiaan dan keamanan data.
Selain itu, aktivitas keuangan ilegal seperti pinjaman online ilegal juga semakin marak menjelang Ramadan dan Lebaran. Friderica menyebutkan bahwa modus penipuan lain seperti penawaran pekerjaan palsu, impersonation, dan social engineering melalui sarana digital juga semakin meningkat.
“Karena itu, masyarakat diharapkan lebih waspada dan memastikan aspek legal serta logis dari setiap penawaran yang diterima,” tutupnya.
Sumber: kontan.co.id







