Malam Chaos di Jakarta: Aksi “Indonesia Gelap” Ricuh, Pembatas Jalan Dibakar dan Polisi Dilempari Molotov

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Demonstrasi “Indonesia Gelap” di sekitar Patung Arjuna Wijaya (Patung Kuda), Gambir, Jakarta Pusat, pada Jumat (21/2/2025) malam berubah menjadi kericuhan.

Awalnya berlangsung damai, situasi memanas saat massa mulai membakar water barrier oranye serta spanduk plastik. Teriakan menggema dari tengah kerumunan, menyemangati peserta aksi yang berada di barisan depan.

# Baca Juga :Video Demonstrasi Mahasiswa di DPRD Kalsel Berujung Bentrok dengan Aparat, Ini Penyebabnya

# Baca Juga :Mahasiswa Bakal Geruduk Istana! Aksi “Indonesia Gelap” Gugat 5 Kebijakan Pemerintah

# Baca Juga :Bakesbangpol Kalsel Bahas Isu Strategis dalam Forum Perangkat Daerah untuk Penyusunan Renstra 2025-2029

# Baca Juga :Golf Goes to School : PGI Kotabaru Perkenalkan Olahraga Golf Kepada Pelajar

“Kami tidak peduli! Pembatas itu bisa dibeli lagi!” seru seorang demonstran ketika polisi mengimbau agar mereka tidak membakar pembatas jalan.

Polisi Diserang, Kembang Api dan Botol MelayangKetegangan meningkat saat massa menyalakan kembang api yang melesat ke langit malam, diikuti lemparan botol plastik ke arah polisi. Ledakan petasan beberapa kali terdengar dari kerumunan.

Di sisi lain, polisi terus mengingatkan massa agar tidak terprovokasi.

“Hati-hati terhadap provokasi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujar seorang petugas melalui pengeras suara.

Separator Busway DirusakTak hanya water barrier, separator busway pun jadi sasaran amuk massa. Setelah seruan “alerta” menggema, beberapa demonstran mulai merusak pembatas beton jalur TransJakarta dengan menendang dan mendorongnya.

“Kami imbau agar aksi tidak merusak fasilitas publik,” ujar petugas kepolisian melalui pengeras suara.

Namun, imbauan itu diabaikan. Beberapa peserta aksi bahkan melempar batu ke arah barikade polisi.

Lemparan Molotov Memanaskan SituasiPuncak kericuhan terjadi ketika massa melempar bom molotov ke arah barikade polisi. Api berkobar, menciptakan kepanikan di tengah kerumunan.

Meski demikian, polisi tetap bersikap persuasif dan mengimbau massa agar membubarkan diri secara damai.

Menjelang pukul 20.00 WIB, jumlah demonstran mulai berkurang, meskipun beberapa kelompok masih bertahan di garis depan.