JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Pengusaha nasional asal Kalimantan Selatan, Andi Syamsudin Arsyad atau yang dikenal sebagai Haji Isam, menyambut positif peluncuran Badan Pengelola (BP) Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin (24/2/2025).
Sebagai tokoh bisnis yang aktif di berbagai sektor industri, Haji Isam menilai kehadiran Danantara merupakan langkah strategis dalam mengoptimalkan aset negara dan meningkatkan investasi berkualitas di Indonesia.
# Baca Juga :Jalan Sehat Batfest 2024 Diikuti 50 Ribu Peserta, Hj Nursam Finish Pertama Disusul Haji Isam
# Baca Juga :Haji Isam Dampingi Presiden Prabowo Temui Investor Jepang, Bahas Food Estate hingga Proyek Strategis
# Baca Juga :Proyek Cetak Sawah 1 Juta Ha Terus Berlanjut, Haji Isam Kembali Sandarkan Puluhan Excavator di Merauke
# Baca Juga :88 Unit Alat Berat Pesanan Haji Isam kembali Tiba di Merauke, 176 Unit menyusul Besok
“Saya mengucapkan selamat atas diluncurkannya Danantara,” ujar Haji Isam dalam pernyataannya, Senin (24/2/2025).
Menurutnya, Danantara dapat menjadi motor penggerak ekonomi baru yang tidak hanya mengelola aset negara secara lebih efisien, tetapi juga meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.
“Saya yakin Danantara ke depan akan memberikan kontribusi positif pada pertumbuhan perekonomian Indonesia,” kata pemilik Jhonlin Group ini.
Sebagai badan pengelola investasi, Danantara akan mengelola aset negara untuk mendukung proyek-proyek berkelanjutan di berbagai sektor strategis.
Beberapa sektor utama yang menjadi fokus antara lain energi terbarukan, industri manufaktur, hilirisasi sumber daya alam, serta ketahanan pangan.
Total aset yang dikelola Danantara mencapai 900 miliar dolar AS atau sekitar Rp14 ribu triliun, dengan modal awal dari pemerintah sebesar 20 miliar dolar AS atau Rp325,8 triliun.
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen per tahun melalui optimalisasi aset negara yang dilakukan oleh Danantara.
Haji Isam menilai target tersebut sangat rasional, mengingat badan ini akan bertindak sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi.
Dengan mengonsolidasikan aset-aset penting, Danantara diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan nasional serta daya saing global Indonesia.
“Danantara merupakan langkah strategis dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Sebagai pengusaha yang telah lama bergerak di berbagai sektor industri, Haji Isam menilai keberadaan Danantara akan mempercepat transformasi ekonomi Indonesia.
Dengan model pengelolaan yang mengacu pada konsep Temasek Holding Limited milik Singapura serta memiliki kemiripan dengan Indonesia Investment Authority (INA), Danantara diyakini dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas aset negara.







