Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Banjarbaru, Rokhyat Riyadi, mengungkapkan bahwa pihaknya melaporkan jumlah penerima layanan rumah singgah kepada pimpinan setiap tahun.
Ia mencatat bahwa selama pandemi COVID-19, jumlah penerima layanan mencapai sekitar 400 orang, dengan hanya 20 persen di antaranya merupakan warga Banjarbaru, sedangkan sisanya berasal dari luar daerah.
BACA JUGA: Festival Literasi ke-5 Banjarbaru: Lokakarya Menulis Biografi Jejak Tokoh
“Kami tetap memberikan pelayanan tanpa diskriminasi. Namun, kami berharap ada koordinasi lintas kabupaten/kota agar penanganan lebih optimal, terutama bagi mereka yang tidak memiliki identitas kependudukan jelas,” jelasnya.
Sosialisasi ini juga menjadi wadah konsultasi publik guna meningkatkan pemahaman peserta mengenai optimalisasi data dan prosedur pengaduan, dengan harapan memperkuat sinergi dalam mengatasi permasalahan sosial di Kota Banjarbaru.
Sumber: MC Banjarbaru







