Dalam diskusi, dibahas beberapa kendala utama yang dihadapi Gerakan Pramuka, salah satunya adalah menurunnya minat pemuda akibat dominasi teknologi dan internet.
“Seiring dengan kemajuan teknologi, banyak generasi muda lebih tertarik pada aktivitas berbasis digital, sehingga kurang berminat mengikuti kegiatan Pramuka. Ini menjadi tantangan bagi kita semua untuk kembali menarik perhatian mereka dengan pendekatan yang lebih inovatif,” tambah Rokhyatin.
BACA JUGA: Pemprov Kalsel Lakukan Kajian Strategis untuk Pengendalian HIV/AIDS
Selain itu, dibahas juga pentingnya sinergi antara sekolah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam mendukung kegiatan kepramukaan. Gerakan Pramuka dinilai sebagai bagian dari kurikulum pendidikan yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan keterampilan hidup.
Sebagai langkah strategis, Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kalsel mengajak seluruh pengurus Pramuka di wilayahnya untuk aktif menghidupkan kembali gerakan ini di setiap sekolah dan perguruan tinggi.
Program-program inovatif akan terus dikembangkan guna meningkatkan partisipasi pemuda dalam kegiatan kepramukaan.










