Game Over Bisnis Raffi Ahmad: Deretan Usaha yang Gagal Cetak Skor, Selain RANS Nusantara Hebat!

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Seperti pertandingan sepak bola yang penuh tantangan, perjalanan bisnis Raffi Ahmad juga tak selalu berujung dengan kemenangan. Meskipun dikenal sebagai bintang yang pernah mengukir prestasi, beberapa lini usahanya harus akui kekalahan. Berikut ini deretan usaha yang gagal mencetak gol di arena bisnis, selain RANS Nusantara Hebat yang baru saja tertinggal di babak awal.

# Baca Juga :Kemdikbudristek Tegaskan Gelar Doktor HC Raffi Ahmad Ilegal, Prof Haris: Tanpa Izin Operasional

# Baca Juga :Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Ikut Lepas Fun Walk Kemerdekaan, Ini Kata Paman Birin

# Baca Juga :JADWAL Rans Nusantara FC vs Barito Putera, Raffi Ahmad ‘Ancam’ RD Kalau Sampai Kalah

# Baca Juga :DPP PKS Sebut Raffi Ahmad Cocok Dicalonkan Jadi Presiden, Sekjen PKS: Harus Lewat Majelis Syuro

1. RANS Nusantara Hebat
Tim kuliner yang awalnya memulai laga dengan gebrakan impresif di BSD, Tangerang, akhirnya tak mampu mempertahankan momentum. Meskipun sempat mencuri perhatian di kick-off, sepi pengunjung membuat usaha ini harus mundur dari pertandingan per 28 Februari 2025.

2. RANS Nusantara
Ekspansi ke sektor furnitur dan desain interior melalui kerja sama dengan Dio Living seolah kehilangan ritme. Kerjasama yang sempat diharapkan membawa kemenangan, akhirnya pecah kongsi dan tidak mampu bertahan dalam kompetisi bisnis yang ketat.

3. RA Jeans
Layaknya tim yang kehilangan strategi di lapangan, brand fashion RA Jeans dengan koleksi denim dan kaos khasnya gagal bersaing di arena mode. Toko-tokonya mulai tutup satu per satu, menandakan bahwa usaha ini tak mampu mencetak skor positif.

4. Nagitoz
Istri Raffi, Nagita Slavina, mencoba menggebrak pasar camilan dengan Nagitoz yang menawarkan varian rasa unik dari talas. Namun, seperti tendangan penalti yang meleset, produk ini akhirnya tak tampil lagi sejak 2020.

5. Kingkong Snack
Ditempa bersamaan dengan Nagitoz, Kingkong Snack yang mengusung konsep camilan berbahan dasar singkong pun tak mampu bertahan. Usaha ini seakan kehabisan stamina, dan akhirnya mundur dari lapangan bisnis.