MUARA TEWEH, KALIMANTANLIVE. COM – Sejak diputuskannya Pemungutan Suara Ulang (PSU) untuk 2 TPS di Kabupaten Barito Utara oleh Mahkamah Konstitusi (MK) kemarin, situasi dan kondisi masyarakat Barito Utara terpantau normal, aman, damai seperti biasanya.
Aktivitas sehari-hari masyarakat tetap terlihat sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Sedangkan kabar akan dilaksanakannya PSU, meski menjadi topik pembicaraan selalu berujung pada harapan agar terlaksana dengan damai dan demokratis.
Ditemui di ruang kerjanya Rabu pagi (26/02/2025), Penjabat (Pj) Bupati Barito Utara Drs. H. Muhlis memberikan beberapa nasehat yang mengajak seluruh warga masyarakat Barito Utara agar senantiasa ingat dan setia pada falsafah Huma Betang, sebagai bagian dari kultur kebersamaan warisan leluhurnya.
“Kita sebagai warga Kalteng jangan sampai melupakan nilai toleransi, keadaban dan kesetaraan yang tergambarkan dalam falsafah Huma Betang kita. Huma Betang kita adalah Kabupaten tempat kita hidup bersama-sama saat ini” kata Muhlis menasehatkan.
Keputusan Mahkamah Konstitusi yang telah memutuskan untuk digelarnya PSU merupakan amanat dari Konstitusi yang mesti kita terima, kata Muhlis.
“Karena itu memang harus dijalani semua, dan saya yakin masyarakat kita merupakan masyarakat yang selalu mengedepankan toleransi dan harmonis,” kata Muhlis.
Masyarakat Barito Utara, harap Muhlis, tetap harus bekerja dengan semangat yang tinggi, berusaha mensejahterakan diri dan keluarganya sesuai kapasitasnya masing-masing, kata Pj. Bupati yang dikenal selalu bertutur dengan nada pelan dan ramah ini.
“Siapapun Pemimpin yang terpilih dia adalah pemimpin terbaik yang dipilih oleh masyarakat Barito Utara. Jadi jangan ada provokasi dari beberapa pihak atau masyarakat yang mudah terprovokasi. Selalu kedepankan toleransi,” imbau Muhlis.
Saat ditanya Kalimantan Live lebih dalam lagi, tentang pandangannya selaku Penjabat yang berpengalaman mengepalai Pemerintahan Daerah, apakah Paslon yang naik menjadi Pemimpin Pemerintahan maka pendukung yang kalah akan ternafikan di suatu daerah? Tidak demikian menurut Muhlis, saat ini semua sudah ada panduannya jelas dia.
“Ini hanya sebuah tahapan pemilihan oleh masyarakat. Tentu dalam perjalanannya mereka (Paslon) menyampaikan visi-misi yang berbeda. Saat ini semua sudah ada panduannya,” jelas Muhlis.







