KALIMANTANLIVE.COM – Pelatih AC Milan, Sergio Conceicao, mengaku siap dipecat tanpa meminta tambahan uang kompensasi setelah kekalahan 1-2 dari Bologna dalam laga tunda pekan ke-9 Liga Italia. Pertandingan berlangsung di Stadion Renato Dall’Ara, Kamis (27/2/2025), di mana Il Diavolo Rosso sempat unggul 1-0 lewat gol Rafael Leao pada menit ke-43.
Namun, Bologna berhasil menyamakan kedudukan di awal babak kedua melalui gol Santiago Castro pada menit ke-48, dan memastikan kemenangan dengan gol penutup Dan Ndoye 8 menit menjelang akhir waktu normal. Kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi AC Milan yang semula diharapkan dapat mendekat ke empat besar klasemen.
# Baca Juga :Hasil Pertandingan Cagliari vs Juventus 0-1: Gol Dusan Vlahovic Bawa Kemenangan Bianconeri di Liga Italia 2024-2025
# Baca Juga :Juventus Gempur Como 1907! Kolo Muani Jadi Mimpi Buruk Klub Milik Orang Indonesia di Liga Italia
# Baca Juga :Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Jay Idzes Tantang Juventus, Atalanta Siap “Lumat” Cagliari
# Baca Juga :Jadwal Liga Italia: Perjuangan Klub Milik Indonesia dan Jay Idzes di Pekan ke-14
Jika menang, tim Merah Hitam berpeluang naik ke peringkat enam, namun dengan hasil kekalahan ini, Milan masih bertahan di peringkat kedelapan dengan koleksi 41 poin. Mimpi untuk lolos ke Liga Champions musim depan mulai memudar, mengingat Milan kini tertinggal 8 poin dari Juventus di peringkat empat.
Pasca pertandingan, Conceicao tampak tidak berada dalam suasana hati yang baik saat menghadiri konferensi pers. Juru taktik yang menggantikan Paulo Fonseca ini mengungkapkan kemarahannya dan menyatakan dirinya telah menjadi sasaran kritik tajam. Dalam keterangan yang dikutip dari DAZN sebagaimana dilansir Tuttomercatoweb, ia menyatakan:
“Setiap hari orang membicarakan situasi saya di sini. Itu tidak mudah. Saya tahu apa yang saya inginkan dan apa yang bisa saya lakukan. Banyak orang membicarakan saya, tetapi situasi saya simpel. Jika tidak dibutuhkan lagi, saya akan mengemasi koper dan pergi tanpa meminta tambahan satu euro pun.”
“Saya memainkan hampir 100 pertandingan di Liga Champions, saya memenangi 13 trofi. Setiap hari orang membicarakan saya. Saya bahkan mendengar tudingan kotor yang tidak beralasan. Saya merasa sangat frustrasi karena hasil tidak datang.”
“Tetapi, saya pikir rasa frustrasi itu normal untuk seorang pelatih yang bekerja dengan semangat. Bagi saya sekarang ada awan gelap di atas Milan dan kami harus keluar dari situasi itu dengan meraih hasil. Hal itulah yang akan membuat perbedaan. Semuanya tergantung kepada kami sendiri.”
“Jika dan ketika klub berpikir bahwa saya bukan lagi orang yang tepat untuk Milan, saya akan menyingkir. Tetapi sampai momen itu tiba, saya akan terus bekerja dengan renjana yang sama seperti yang selalu saya lakukan.”
Di bawah kepelatihan Conceicao, AC Milan telah menunjukkan hasil yang kurang memuaskan dibandingkan era Paulo Fonseca. Dalam 9 pertandingan, tim Conceicao meraih 4 kemenangan, 2 hasil imbang, dan 3 kekalahan dengan rata-rata 1,55 poin per laga. Sementara itu, pada masa Fonseca, AC Milan mencatatkan 7 kemenangan, 6 imbang, dan 4 kekalahan dalam 17 laga dengan rata-rata 1,58 poin per pertandingan.










