Truk ODOL Bakal Ditertibkan untuk Cegah Kecelakaan Fatal Mudik Lebaran 2025

KALIMANTANLIVE.COM – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa pemerintah akan menertibkan truk over dimension over load (ODOL) guna mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas menjelang Idul Fitri 1446 Hijriah.

Keberadaan truk ODOL sering menjadi penyebab utama kecelakaan fatal di jalan raya. Oleh karena itu, AHY menegaskan pentingnya langkah tegas dalam penertiban.

# Baca Juga :Truk ODOL Melenggang Masuk Banjarmasin saat Dishub dan Satlantas Lakukan Sosialisasi

# Baca Juga :Komisi III DPRD Kalsel Mendorong Evaluasi Kebijakan Zero ODOL untuk Tingkatkan Keamanan dan Infrastuktur Jalan

# Baca Juga :Dishub Banjarbaru Bakal Razia Kendaraan ODOL yang Rusak Jalan Panglima Batur

# Baca Juga :Komisi III DPRD Kalsel Dorong Teknologi WIM untuk Atasi Masalah ODOL

“Kami ingin memastikan pencegahan terhadap segala bentuk kecelakaan, terutama yang fatal. Oleh sebab itu, kami akan mengambil tindakan tegas terhadap truk ODOL. Kendaraan dengan dimensi dan muatan berlebih sering kali menyebabkan kecelakaan lalu lintas, dan ini tidak bisa dibiarkan,” ujar AHY dalam konferensi pers di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (1/3/2025).

AHY juga menekankan bahwa tanggung jawab bukan hanya ada pada pengemudi, tetapi juga pada pemilik truk. “Jangan sampai kendaraan melebihi kapasitas muatan, terutama di jalan yang padat penduduk dan lalu lintas, karena ini sangat berisiko bagi keselamatan,” tambahnya.

Optimalisasi Layanan Transportasi Lebaran 2025

Selain penertiban ODOL, AHY menyoroti optimalisasi layanan transportasi multimoda selama arus mudik dan balik Lebaran 2025. Pemerintah berencana menambah jumlah penerbangan, jadwal keberangkatan kereta api, serta meningkatkan kapasitas kapal laut.

“Kami ingin menambah jumlah penerbangan, armada kereta api, serta kapal laut agar masyarakat bisa mudik dengan nyaman dan aman,” jelasnya.

Sebagai langkah koordinasi menjelang dan saat Idul Fitri, pemerintah juga akan mengoperasikan posko terpadu lintas kementerian. Posko ini akan dilengkapi dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi dan mengurai kemacetan.

“Kami berharap ada manajemen dan rekayasa lalu lintas yang baik. Jika terdeteksi kepadatan berlebihan, maka bisa segera diurai dengan mekanisme yang dijalankan oleh Kementerian Perhubungan dan Korlantas Polri,” ujar AHY.