Waspada! Pengaruh Negatif Musik, Bisa Mengurangi Pahala Ibadah Puasa Ramadhan

KALIMANTANLIVE.COM – Saat ini umat Islam menjalankan ibadah puasa Ramadahan 1446 H dengan penuh keikhlasan dan pengorbanan. Namun, tak jarang aktivitas mendengarkan musik menjadi pilihan untuk mengusir kebosanan dan mengalihkan perhatian dari rasa haus serta lapar.

Meski demikian, sejumlah ulama mengingatkan bahwa mendengarkan musik saat berpuasa menyimpan dosa dan dapat mengurangi kekhusyukan ibadah.

# Baca Juga :Hilal 1 Ramadan 1446 H Tak Terlihat, Kemenag Kalsel Tunggu Hasil Sidang Isbat

# Baca Juga :DKP3 Balangan Gelar Rakor Ketersediaan Pangan Jelang Bulan Ramadan 1446 H

# Baca Juga :Pemantauan Hilal Penetapan 1 Ramadan di Kalsel Berpotensi Sulit karena Awan Tebal

# Baca Juga :Hari Ini Sidang Isbat 2025: Kemenag Tentukan Awal Ramadan Berdasarkan Hilal di 125 Titik

Musik Saat Puasa: Antara Dosa dan Ibadah
Dalam sebuah video di YouTube Tarbiyah Sunnah Channel (4 Maret 2022), seorang penanya mengungkapkan,

Mendengarkan musik membatalkan puasa?

Menurut Ustadz Abu Haidar As-Sundawy, tindakan tersebut memang termasuk dosa karena mengganggu kekhusyukan sholat atau ibadah lainnya, namun tidak membatalkan puasa.
“Dosa yang Anda lakukan ketika sholat atau berpuasa, seperti tidak khusyuk dalam sholat, adalah perbuatan dosa. Tetapi sholat itu sendiri tidak batal,” ujarnya.

Kerugian Besar

Ustadz Dzulqarnain Muhammad Sunusi menegaskan bahwa meskipun puasa tidak batal, mendengarkan musik merupakan perbuatan yang merugikan.

“Mendengar musik adalah tindakan dosa dan maksiat yang sangat merugikan. Di bulan Ramadhan, seharusnya hati kita dimakmurkan dengan Al-Qur’an, bukan malah tergoda oleh musik,” ujar beliau dalam video di YouTube DzulqarnainMS (4 Maret 2022).
Ia menambahkan bahwa meskipun ada yang menyebutnya musik religi, pada hakikatnya itu hanyalah “seruling-seruling setan” yang melalaikan dari ajaran Al-Qur’an.