BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM – Kasus dugaan bullying atau perundungan terjadi di SD Islam Terpadu (SDIT) Banjarmasin, Kalimantan Selatan membuat banyak orang tua prihatin.
Seperti tayangan video dari rekaman CCTV sekolah memperlihatkan tiga orang murid menganiaya temannya di depan ruang kelas yang terjadi pada Jumat (21/2/2025).
Kasus perundungan di lingkungan sekolah dasar ini membuat banyak orang tua prihatin, karena sudah mengarah ke tindak kriminal.
# Baca Juga :Program Kerja Individu Mahasiswa KKN UMB di SDN Pulau Alalak, Edukasi Anti Bullying dan Adakan Makan Bergizi Gratis
# Baca Juga :Komisi IV DPRD Kalsel Bahas Strategi Wujudkan Wajib Belajar 12 Tahun dan Pencegahan Bullying di Sekolah
Akibat dugaan penganiayaan SDIT Banjarmasin itu, korban mengalami beberapa lebam di tubuhnya. Mirisnya, kejadian itu menimbulkan trauma berat bagi siswa SD kelas 5 tersebut. Hingga sekarang korban tidak mau masuk sekolah. Padahal, korban merupakan siswa berprestasi, yakni juara 1 National Robotics Competition di Singapura 2024.
Kejadian itu memantik dugaan minimnya pengawasan pihak sekolah. Aksi yang seharusnya tak terjadi itu terekam dalam kamera CCTV sekolah.
Dalam CCTV terlihat siswa SD berbadan kecil itu dicekik, dibanting, dipukul, dan ditendang tiga orang temannya yang salah satunya berbadan lebih besar. Sementara korban tak melakukan perlawanan apa pun.
Orang tua korban bernama Reza Febiardi, menyaksikan rekaman CCTV anaknya diperlakukan seperti itu mengaku syok dan tak tega.










