MUARA TEWEH, KALIMANTANLIVE.COM – Lima hari sejak dibuka secara resmi oleh Pj. Bupati Barito Utara Drs. H. Muhlis pada tanggal 1 Maret 2025 yang lalu, minat masyarakat berburu dan membeli aneka kue tradisional dan modern serta berbagai jenis minuman segar di Pasar Ramadhan Muara Teweh tetap tinggi.
Pasar kue yang muncul setahun sekali dan dinamai “Pasar Wadai Ramadhan” ini berlokasi di sekitar halaman kantor Bupati Jalan A. Yani Muara Teweh. Kata “Wadai” adalah “Kue” dalam bahasa Banjar.
Pengunjung akan menyerbu pasar ini biasanya pada waktu sore hari menjelang berbuka puasa sekitar pukul 15.30 WIB hingga mendekati adzan Maghrib berkumandang.
Kue tradisional yang dibuat dengan bahan baku lokal dan memiliki nilai budaya maupun kue modern berbahan baku produk kemasan, tersedia dengan aneka pilihan pada stand dengan meja-meja yang berderet panjang di lokasinya.
BACA JUGA : Nasehat Penting Pj. Bupati Barito Utara, Muhlis, Dalam Hadapi PSU
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Barito Utara, Dewi Handayani yang ditemui Kalimantan Live diruang kerjanya (5/3/2025) menyampaikan, Dinasnya untuk Ramadhan ini benar-benar ingin memberikan yang terbaik dalam menyambut bulan Ramadhan tahun ini.
“Kami menyediakan fasilitas berupa tenda-tenda gratis milik Dinas kami yang dipasang anggota kami untuk kenyamanan para pedagang, tempat berjualannya pun gratis tanpa dipungut biaya sama sekali,” kata Dewi.
Lebih menarik lagi melalui inisiatif Kepala Dinas ini, pelaku UMKM yang berjualan di pasar wadai ini diharuskan mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB). Sehingga pedagang tidak hanya mendapat perhatian pada saat Ramadhan saja, namun setelah bulan puasa berakhir dapat dikoordinasikan untuk kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan usahanya.
“NIB ada nilai plusnya, seandainya ada program dari provinsi seperti pelatihan masak-memasak mereka yang terdata mudah untuk dilibatkan,” terang Dewi Handayani.
Dewi mengatakan Pasar Wadai Ramadhan saat ini ada 120 stand, namun ia mengaku ada pedagang yang pindah ke lokasi lain di samping kantor Dinas Dukcapil, bagi Dewi mungkin ia ada pertimbangan lain.
Salah seorang pedagang yang juga berjualan di Pasar Wadai Ramadhan bernama Sanu, mengaku bersyukur hingga saat ini dagangannya selalu laris manis sama seperti pedagang lainnya. Mengenai lokasi menurutnya sudah tepat berada di kawasan yang tidak mengganggu arus lalu lintas.







