Sukses! Interkoneksi Sistem Ketapang dan Sistem Kalimantan Melalui GI Sukadana Berhasil Disinkronisasi

Sebelumnya, Sistem Ketapang beroperasi secara terpisah dengan mengandalkan pembangkit lokal berbahan bakar minyak sebagai sumber utama pasokan listrik.

Dengan adanya interkoneksi ini, pasokan listrik menjadi lebih stabil dan fleksibel karena dapat menerima suplai tambahan dari Sistem Kalimantan yang memiliki kapasitas lebih besar dan andal.

Baca Juga: PLN Tinjau Infrastruktur Kelistrikan di Kalimantan untuk Jaga Keandalan Pasokan

Manager UPT Pontianak, Darul Irfan, mengatakan bahwa selain meningkatkan keandalan sistem, interkoneksi ini juga berkontribusi dalam upaya pengurangan ketergantungan terhadap pembangkit berbahan bakar minyak, sejalan dengan komitmen PLN dalam menciptakan sistem kelistrikan yang lebih efisien dan berkelanjutan.

“Dengan adanya interkoneksi ini, operasional sistem kelistrikan menjadi lebih optimal, memungkinkan distribusi daya yang lebih merata, serta mengurangi ketergantungan pada pembangkit berbahan bakar minyak. Kami akan terus berupaya meningkatkan keandalan infrastruktur guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di wilayah ini,” jelas Darul.

Manager Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Ketapang, Fadli, mengatakan bahwa Keberhasilan interkoneksi ini merupakan wujud komitmen PLN dalam menghadirkan pasokan listrik yang lebih andal dan efisien bagi masyarakat Kalimantan Barat khusunya wilayah Ketapang.

“Interkoneksi ini menjadi terobosan penting dalam meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di Ketapang. Dengan suplai listrik yang lebih stabil dari Sistem Kalimantan, kami dapat memberikan layanan yang lebih baik bagi masyarakat. Kami akan terus menjaga dan meningkatkan performa jaringan transmisi agar manfaat dari interkoneksi ini dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat,” ujar Fadli.