SAMPIT, KALIMANTANLIVE.COM – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) H Halikinnor, berencana menyatukan penanda waktu buka puasa.
Ini, karena, orang nomor satu di Kotim tersebut banyak mendapat masukan dari tokoh agama islam agar bisa menyerempakan waktu berbuka puasa di kabupaten yang dipimpinnya tersebut.
Pasalnya, selama ini ketika tiba waktu berbuka puasa, antara satu masjid dengan masjid lainnya belum serempak.
Kondisi inilah yang membuat Bupati Kotim H Halikinnor akan menyediakan satu sirine dengan intensitas jangkauan luas agar serempak saat tiba waktu berbuka puasa.
Hal itu diungkapkan, Bupati Kotim saat buka puasa bersama di rumah jabatan, usai acara penyambutan Bupati Halikinnor dan Wakilnya Irawati usai pelantikan dan mengikuti retret di Magelang, beberapa waktu lalu.
Dia mengatakan, sebenarnya, masukan dari tokoh agama islam ini sudah setahun yang lalu, namun saya dengar masih belum serempak dalam Bulan Puasa tahun ini.
“Saya minta Pak Sekda untuk mengkordinasikan sirine untuk penanda buka puasa secara serentak,” ujarnya.
Dia mengungkapkan, saat mengikuti retret juga disiplinkan dengan suara sirine, sehingga perlu adanya sirine untuk penanda saat buka puasa di Bulan Ramadhan.
“Saat sayab ikut retret, ada suara sirine keras setiap waktu tertentu agar kami kumpul. Pada, jam 4 pagi, jam 5, jam 6, hingga jam 10 malam waktu istirahat. Saya ingin sistem seperti itu diterapkan di sini,” ungkapnya.
Ia meminta Pj Sekretaris Daerah atau Sekda Kotim untuk berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait guna merealisasikan wacana ini.
Halikinnor menyarankan pemasangan alat tersebut di menara atau masjid agar bisa menjangkau lebih banyak masyarakat.
Menurutnya, menyegerakan berbuka puasa merupakan sunnah. Namun, ia melihat masih ada perbedaan waktu berbuka di tengah masyarakat karena tidak adanya penanda yang dapat diakses secara luas.
Baca Juga :Bukber Dengan Tokoh Kotim, Bupati Halikinnor Curhat Pengalaman Ikut Retret
“Buka puasa itu lebih baik tepat waktu dan harus disegerakan. Hingga saat ini, masih ada masjid yang langsung adzan setelah minum air putih dan lambat mengumandangkan azan padahal azan ditunggu oleh orang yang berpuasa, selisih waktunya bisa 5 hingga 7 menit,” katanya.
Baca Juga :Masuki Rujab, Pasangan Bupati Kotim Halikinnor-Irawati Disambut Acara Adat
Halikinnor berharap waktu berbuka puasa di Kotim bisa seragam dan tidak menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat, dengan adanya sirine dengan jangkauan luas.







