Geger! 40 Siswi SMK di Kalideres Mengaku Dilecehkan Guru, Aksi Demonstrasi Pecah di Sekolah!

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Sebanyak 40 siswi di sebuah SMK di Kalideres, Jakarta Barat, mengaku menjadi korban pelecehan oleh seorang oknum guru berinisial O.

Kasus ini mencuat setelah para siswi melaporkan tindakan tidak pantas sang guru, yang kemudian memicu aksi demonstrasi di sekolah.

Pihak sekolah telah mengambil langkah tegas dengan memecat pelaku, namun persoalan belum sepenuhnya selesai.

# Baca Juga :Kasus Pelecehan dalam Praktik Rukiah Banjarmasin, DP3A Siap Dampingi Korban Tempuh Jalur Hukum

# Baca Juga :VIRAL! Dugaan Pelecehan di Tempat Terapi Alternatif Kalimantan Selatan, “Aku Nggak Tahu Harus Lapor Kemana?”

# Baca Juga :Jadi Korban Pelecehan, Kakak Adik di Malang Kejar dan Rekam Pelaku yang Kabur Pakai Motor

# Baca Juga :Oknum Satpol PP Banjarmasin Lakukan Pelecehan Verbal kepada Warga, Muzaiyin: Terbukti Kita Tindak

Bagaimana kasus ini bermula?

Kasus ini mencuat setelah sejumlah siswi di sebuah SMK di Kalideres, Jakarta Barat, melaporkan tindakan tidak pantas seorang guru berinisial O.

Para korban mengaku mengalami kontak fisik yang tidak pantas, seperti dipegang pundaknya, dijabat tangannya terlalu lama, hingga dielus pinggulnya.

Seiring berkembangnya laporan, jumlah korban bertambah hingga sekitar 40 orang.
Bagaimana sikap sekolah?

Menanggapi laporan tersebut, pihak sekolah segera melakukan pendalaman kasus. Guru O akhirnya mengakui perbuatannya, sehingga sekolah memutuskan untuk langsung memecatnya.

“Akhirnya sampailah di pernyataan bahwa O mengakui dugaan itu, sehingga sanksi tegas dari sekolah ya memecat dia,” kata pengacara sekolah, Dennis Wibowo, Jumat (7/3/2025).

Meski keputusan pemecatan telah dibuat, informasi tersebut belum tersosialisasi dengan baik kepada para siswa.

Akibatnya, mereka menggelar aksi demonstrasi menuntut kejelasan dan meminta O dikeluarkan.

Aksi ini terekam dalam video yang viral di media sosial, memperlihatkan siswa menerobos masuk ke sekolah dan membentangkan spanduk tuntutan.
Bagaimana dampak kasus ini?

Setelah pemecatan O, aktivitas belajar di sekolah kembali normal. Namun, masalah lain muncul.

Kepala sekolah diduga menjadi sasaran intimidasi setelah data pribadinya tersebar di media sosial.