JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan komitmennya untuk memberantas mafia migas demi memastikan harga elpiji 3 kilogram tetap sesuai dengan subsidi pemerintah. Pernyataan ini ia sampaikan dalam acara Safari Ramadan Partai Golkar di Madrasah Muallimin Sedayu, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Dalam kesempatan tersebut, Bahlil menjelaskan kepada peserta mengenai polemik harga elpiji 3 kg dan subsidi bahan bakar minyak (BBM). “Supaya jelas, saya ingin sampaikan bahwa subsidi elpiji per tahun mencapai Rp 80 triliun. Sementara untuk BBM RON 90, subsidi berkisar Rp 150 triliun,” ujar Bahlil.
# Baca Juga :HEBOH! Warga dan Polisi Amankan Diduga Maling saat Haul Guru Zuhdi, Embat Tabung LPG Milik Tetangganya
# Baca Juga :Komisi III DPRD Kalsel Bahas Penambahan Kuota BBM dan Kelangkaan Gas LPG 3 Kg
# Baca Juga :Wakil Ketua DPRD Kalsel Tinjau Satgas LPG, Beri Solusi untuk Kelangkaan Gas 3 Kg
# Baca Juga :H Al Hadi Beri Statment Tegas dan Solutif di Sidang DPRD Barito Utara Soal Gas LPG 3 Kg, Ini Hasil Rapatnya
“Total subsidi untuk BBM dan elpiji sekitar Rp 240-250 triliun,” tambahnya.
Harga Elpiji 3 Kg Melonjak, Bahlil Siap Bertindak
Bahlil mengungkapkan bahwa sejak 2007 hingga kini, pemerintah belum pernah menaikkan harga elpiji 3 kg. Subsidi yang diberikan mencapai Rp 36.000 per tabung agar masyarakat bisa membeli dengan harga maksimal Rp 18.000. Namun, fakta di lapangan menunjukkan harga jual rata-rata melebihi Rp 20.000 akibat permainan harga.
“Ada markup harga yang dilakukan oleh oknum tertentu. Inilah yang sedang kami tertibkan agar subsidi tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh mafia,” tegas Bahlil.
Ia pun menyadari bahwa memberantas mafia bukanlah tugas mudah. “Melawan mafia migas tantangannya besar, tapi kami tetap berkomitmen. Penataan subsidi elpiji 3 kg sudah mulai kami jalankan, InsyaAllah ke depan akan semakin tepat sasaran,” tutupnya.










