MUI Ungkap Status Hadis Tidur saat Puasa Tidak Otomatis Bernilai Ibadah

Keutamaan Puasa di Bulan Ramadan

Kiai Fatihun juga menekankan besarnya keutamaan puasa Ramadan. Ia mengutip hadis Qudsi yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, di mana Allah SWT berfirman:

“Puasa itu untuk-Ku, dan Aku yang akan membalasnya. Setiap amal kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kali lipatnya.”

Hadis tersebut menunjukkan bahwa pahala puasa sangat besar dan hanya Allah yang mengetahui balasannya. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memanfaatkan waktu Ramadan sebaik mungkin dengan memperbanyak ibadah, termasuk dengan mengatur pola tidur yang tepat.

Tidur yang dilakukan dengan niat menjaga kesehatan agar dapat melaksanakan ibadah seperti shalat tarawih dan membaca Alquran akan memberikan manfaat yang maksimal.

Tidur saat puasa bukanlah otomatis bernilai ibadah. Yang menentukan adalah niat dan manfaat dari tidur tersebut dalam mendukung pelaksanaan ibadah lainnya. Umat Islam diharapkan dapat mengelola waktu dengan sebaik-baiknya selama Ramadan agar setiap momen dapat mendatangkan keberkahan dan pahala yang berlipat ganda.

(Kalimantanlive.com/berbagai sumber)

editor : TRI