KALIMANTANLIVE.COM – Juventus harus menelan kekalahan telak 0-4 dari Atalanta di kandang, sebuah hasil yang menjadi kekalahan terburuk mereka dalam sejarah Serie A. Meskipun didera tekanan dari para pendukung yang kecewa, pelatih Juventus, Thiago Motta, memberikan pembelaan dengan menyebut bahwa gol penalti yang membuka keunggulan bagi Atalanta benar-benar mengubah dinamika pertandingan.
Pertandingan yang Sulit Sejak Awal
Pertandingan dimulai dengan irama yang cukup seimbang. Namun, segalanya berubah saat Mateo Retegui berhasil membuka skor lewat penalti pada menit ke-30. Motta mengakui, “Kami tahu ini akan menjadi pertandingan yang sulit, melawan tim yang siap memanfaatkan kesalahan kami.” Setelah gol pertama itu, momentum pun bergeser ke pihak Atalanta.
# Baca Juga :Hasil Pertandingan Cagliari vs Juventus 0-1: Gol Dusan Vlahovic Bawa Kemenangan Bianconeri di Liga Italia 2024-2025
# Baca Juga :Juventus Gempur Como 1907! Kolo Muani Jadi Mimpi Buruk Klub Milik Orang Indonesia di Liga Italia
# Baca Juga :Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Jay Idzes Tantang Juventus, Atalanta Siap “Lumat” Cagliari
# Baca Juga :Jadwal Liga Italia: Perjuangan Klub Milik Indonesia dan Jay Idzes di Pekan ke-14
Penalti sebagai Titik Balik
Motta menambahkan bahwa keputusan penalti tersebut, meskipun kontroversial, telah memecah konsentrasi tim Juventus. “Setelah penalti itu, tanpa membahas apakah itu keputusan yang tepat atau tidak, kami kehilangan keseimbangan dan memberikan ruang bagi Atalanta untuk menghukum kami,” ujarnya dalam wawancara dengan DAZN. Gol penalti itu memicu kejatuhan moral dan kepercayaan diri para pemain muda yang sedang berusaha bangkit setelah gol pertama.
Kekalahan dan Pembelajaran
Kekalahan 0-4 ini tercatat sebagai salah satu yang terburuk bagi Juventus, mengingat catatan Opta yang mencatat kekalahan dengan selisih empat gol di kandang belum pernah terjadi sejak 1967. Selain penalti, gol-gol dari Marten de Roon, Davide Zappacosta, dan Ademola Lookman di babak kedua semakin menegaskan dominasi Atalanta. Meski demikian, Motta membantah anggapan bahwa kekalahan ini sebanding dengan kekalahan Juventus di Coppa Italia melawan Empoli.
“Kekalahan ini memang tidak menyenangkan, tetapi saya tidak melihatnya setara dengan kekalahan dari Empoli. Situasinya berbeda. Dalam pertandingan ini, kami sebenarnya memulai dengan baik, tetapi penalti itu mengubah segalanya,” jelasnya.







