“Untuk menghadapi lonjakan harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), langkah-langkah pengendalian harga akan diperkuat dengan memastikan kelancaran distribusi, mengoptimalkan operasi pasar dan pasar murah, serta mendorong kesadaran masyarakat melalui kampanye belanja bijak,” jelasnya.
Gubernur juga menegaskan, pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, serta pemangku kepentingan lainnya dalam mewujudkan ekonomi yang stabil dan inklusif.
“Dengan langkah-langkah strategis yang telah dirumuskan, diharapkan Kalimantan Selatan dapat terus memperkuat daya tahan ekonominya serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Banua,” ujar Muhidin.
Setelah pelaksanaan High Level Meeting TPID dan TP2DD Provinsi, Gubernur Kalsel menandatangani SK TP2DD Kalsel, didampingi Wakil Gubernur Kalsel, Sekda Kalsel, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalsel, dan Kepala OJK Provinsi Kalsel.
Kalimantanlive.com/MC Kalsel
Editor: elpian







