Merespon saran dan permintaan Pemimpin Besar Adat Dayak tadi, Ketua DPRD Kabupaten Kutai Barat Riduai SH mengatakan akan secepatnya mengundang pihak terkait seperti Forkopimda, Kejaksaan, Kapolres dan dari pihak Widodo R.
DPRD jelasnya, tidak bisa mengintervensi pihak siapa pun, hanya bisa mengajak bermusyawarah untuk dicarikan jalan yang terbaik.
Adapun Kordinator Solidaritas Sekutai Barat, Yehkezkiel Pomen menyampaikan, dirinya adalah orang lapangan yang mengetahui semuanya yang baik dan yang tidak baik.
“Saya dari awal sejak kasus tuntutan ini mulai panas, saya pernah diminta oleh tim Widodo R agar jangan turut membawa massa (ormas) dalam urusan tersangka Ero,” katanya.
Ini apa artinya? Supaya kasus perampasan hak milik saudara Ero bisa berjalan lancar dan ini pantang bagi saya ujarnya.
Ia juga mengaku pernah ditawari uang 100 juta agar tidak mengerahkan massa ormas Dayak mengawal kasus ini, tetapi tidak membuatnya tergoda.
Permasalahan ini kedepan tampaknya akan terus berlanjut hingga ditemui jalan keluar yang terbaik bagi semuanya.
Kalimantan Live/M. Gazali Noor










