KALIMANTANLIVE.COM – Korupsi masih menjadi ancaman utama bagi pembangunan global. Praktik ini menghambat pertumbuhan ekonomi, melemahkan demokrasi, dan memperburuk stabilitas sosial.
Banyak negara terus berupaya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam sistem pemerintahan mereka. Namun, tidak semua berhasil menekan tingkat korupsi secara signifikan.
# Baca Juga :Daftar Dirut Pertamina Terjerat Kasus Korupsi: Skandal yang Merugikan Negara hingga Ratusan Triliunan Rupiah
# Baca Juga :Tentukan Kerugian Negara Dugaan Korupsi Perumda Tabalong Jaya Persada, Kejari Tunggu Hasil Audit BPK RI
# Baca Juga :Rumah Pengusaha Minyak Riza Chalid Digeledah Kejagung, Jadi Markas Tersangka Kasus Korupsi Minyak Mentah
# Baca Juga :Korupsi Berjamaah di Dinas Pendidikan Kalteng: 7 Tersangka Dilimpahkan dan Ancaman Hukuman
Indeks Persepsi Korupsi (Corruption Perception Index/CPI) 2024 yang dirilis oleh Transparency International mengungkapkan negara-negara dengan tingkat korupsi tertinggi di dunia. CPI mengukur persepsi terhadap korupsi di sektor publik berdasarkan survei ahli dan pemimpin bisnis, dengan skor dalam rentang 0 hingga 100. Semakin rendah skornya, semakin tinggi tingkat korupsinya.
Dalam laporan terbaru ini, beberapa negara mendapatkan skor yang sangat rendah, menandakan bahwa korupsi masih menjadi permasalahan serius yang sulit diberantas. Negara-negara dengan skor terendah umumnya mengalami krisis politik, konflik berkepanjangan, atau lemahnya sistem hukum.
Daftar 10 Negara Paling Korup di Dunia 2024
Berdasarkan data CPI 2024, berikut adalah 10 negara dengan tingkat korupsi tertinggi:
Sudan Selatan – Skor 8
Somalia – Skor 9
Venezuela – Skor 10
Suriah – Skor 12
Yaman – Skor 13
Libya – Skor 13
Eritrea – Skor 13
Guinea Ekuatorial – Skor 13
Nikaragua – Skor 14
Sudan – Skor 15
Bagaimana dengan Indonesia?
Indonesia menempati peringkat 99 dari 180 negara dengan skor 37 dalam CPI 2024. Meskipun tidak masuk dalam daftar negara paling korup, skor ini menunjukkan stagnasi dalam upaya pemberantasan korupsi dalam beberapa tahun terakhir.
Dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia (skor 50) dan Singapura (skor 84), Indonesia masih memiliki banyak pekerjaan rumah untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas di sektor publik.
Tantangan utama yang dihadapi Indonesia adalah lemahnya penegakan hukum serta maraknya suap dan konflik kepentingan dalam pemerintahan. Untuk memperbaiki peringkat ini, reformasi sistem hukum dan peningkatan transparansi di berbagai lembaga harus menjadi prioritas.
Dampaknya
Korupsi tidak hanya memperlambat pertumbuhan ekonomi tetapi juga berdampak negatif pada sektor kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur. Dana publik yang seharusnya digunakan untuk kesejahteraan masyarakat sering kali disalahgunakan oleh pejabat yang korup.
Sebaliknya, negara-negara dengan tingkat korupsi rendah seperti Denmark (skor 90), Finlandia (skor 88), dan Singapura (skor 84) membuktikan bahwa sistem pemerintahan yang transparan mampu mendukung pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan rakyat.









