Geger! Warga di Desa Durian Gantang Temukan Pria Gantung Diri, Ini Kata Polisi HST

BARABAI, KALIMANTANLIVE.COM – Warga Desa Durian Gantang, Kecamatan Labuan Amas Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), digemparkan oleh penemuan jasad seorang pria yang diduga meninggal akibat gantung diri di sebuah rumah kontrakan di RT 06 RW 03, Jumat (14/03) sekitar pukul 14.17 WITA.

Kapolsek Labuan Amas Selatan, Iptu Tony Suprianto SE MM, bersama anggotanya segera mendatangi lokasi kejadian setelah menerima laporan dari Kepala Desa Durian Gantang. “Setelah menerima informasi dari warga, kami langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menindaklanjuti kejadian ini,” ujar Alfin, Pambakal Desa Durian Gantang.

# Baca Juga :Instruktur Yoga Terkenal di Korea Tewas Bunuh Diri? Ini 4 Fakta Kematian Lee Yoo Joo

# Baca Juga :Kasus Bunuh Diri Anak di Jepang Catat Rekor Tertinggi pada 2024, Apa Pemicunya?

# Baca Juga :Inter Milan Tekuk RB Leipzig 1-0, Gol Bunuh Diri Lukeba Jadi Penentu Kemenangan

# Baca Juga :MUI Kalsel Ungkap Perbedaan Terorisme dan Amaliyah Al-Istisyhad, Bom Bunuh Diri Haram!

Korban, Suryani (36), diketahui baru menempati rumah kontrakan tersebut sekitar satu bulan terakhir.

Kasat Reskrim Polres HST, AKP Andi Patinasarani SH, bersama timnya melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk memastikan penyebab pasti kematian korban. “Saat ini jenazah telah kami evakuasi ke RSUD H Damanhuri Barabai untuk dilakukan visum,” kata AKP Andi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap motif serta kronologi kejadian tersebut.

Kasus Bunuh Diri di Hulu Sungai Tengah

Data spesifik mengenai jumlah kasus bunuh diri di Kabupaten HST belum signifakan, namun pernah terjadi kasus serupa Pada Oktober 2024, seorang remaja berinisial NG (25) ditemukan tewas tergantung, diduga akibat depresi karena rencana pernikahannya gagal

tersedia secara publik. Namun, fenomena bunuh diri menjadi perhatian serius di berbagai wilayah Indonesia. Misalnya, di Provinsi Jawa Tengah, tercatat 971 kasus bunuh diri sepanjang periode Januari hingga 18 Oktober 2023, dengan 356 kasus terjadi di Jawa Tengah

Pentingnya Dukungan Kesehatan Mental

Kasus bunuh diri seringkali terkait dengan masalah kesehatan mental. Di Kabupaten HST, jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) mencapai lebih dari 400 orang

Angka ini menunjukkan perlunya perhatian khusus terhadap kesehatan mental masyarakat.

Masyarakat diimbau untuk lebih peka terhadap tanda-tanda gangguan kesehatan mental di lingkungan sekitar dan segera mencari bantuan profesional jika diperlukan. Dukungan keluarga dan komunitas sangat penting dalam mencegah tindakan bunuh diri.

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami masalah kesehatan mental, jangan ragu untuk menghubungi layanan kesehatan terdekat atau lembaga yang bergerak di bidang pencegahan bunuh diri.

(kalimantanlive.com/berbagai sumber)

editor : TRI