KALIMANTANLIVE.COM – Qatar, negara kaya di Timur Tengah yang terkenal dengan kemegahan arsitekturnya dan sebagai tuan rumah Piala Dunia FIFA 2022, memiliki tradisi Ramadhan yang unik. Salah satu yang paling ikonik adalah pembunyian meriam setiap waktu Maghrib, menandakan saat berbuka puasa bagi umat Muslim.
# Baca Juga :Safari Ramadan di Awayan, Wabup Balangan Salurkan Dana Hibah untuk Lembaga Keagamaan
# Baca Juga :Disbunnak Kalsel Gelar Pasar Murah Sambut Ramadan dan Idulfitri
# Baca Juga :Pasar Murah Ramadan di Banjarmasin Tengah, 13648 Paket Sembako Disediakan untuk Masyarakat
# Baca Juga :Ketua DPRD Hadir Diacara Safari Ramadan Wakil Bupati Kotabaru
Tradisi Bersejarah yang Masih Bertahan
Tradisi membunyikan meriam saat berbuka puasa sudah berlangsung sejak zaman Kesultanan Ottoman dan masih dijaga hingga kini di beberapa negara Timur Tengah, termasuk Qatar. Di ibu kota Doha, lokasi yang menjadi pusat kegiatan ini adalah Pantai Corniche, yang berdekatan dengan pasar tradisional terkenal, Souq Waqif.
Menurut Sugeng Riyadi, Bendahara Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Qatar, pembunyian meriam ini tidak hanya sekadar tradisi tetapi juga menjadi daya tarik wisata yang ramai dikunjungi warga lokal maupun turis.
“Di Qatar, ikon yang sangat ramai selama Ramadhan adalah meriam yang dibunyikan saat adzan Maghrib tiba. Di Kota Doha, Pantai Corniche dan Pasar Souq Waqif menjadi tempat utama perayaan ini,” ujarnya dalam Dialog Interaktif yang disiarkan oleh NU Online pada Selasa (11/3/2025).
Meriam Maghrib dan Hadiah Spesial untuk Anak-Anak
Tradisi ini semakin meriah dengan kehadiran anak-anak yang bersemangat menunggu dentuman meriam. Pemerintah Qatar pun menyediakan hadiah menarik bagi anak-anak yang hadir, sebagai bagian dari semangat berbagi di bulan suci Ramadhan.
“Ini menjadi momen spesial, karena selain membunyikan meriam, ada juga pembagian hadiah kepada anak-anak. Hal ini untuk menanamkan semangat bahwa Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah,” tambah Sugeng.
Jam Kerja Lebih Singkat Selama Ramadhan di Qatar
Tidak hanya tradisi berbuka puasa yang unik, Qatar juga memberikan keistimewaan bagi para pekerja selama bulan Ramadhan. Di negara ini, jam kerja dikurangi menjadi hanya lima jam per hari, lebih pendek dari jam kerja normal yang biasanya delapan jam.
“Pekerja di kantor maupun lapangan hanya bekerja lima jam sehari selama Ramadhan. Jika lebih dari itu, maka sisanya dihitung sebagai jam lembur,” jelas Sugeng.
Keistimewaan ini membuat Ramadhan menjadi bulan yang sangat dinanti oleh para pekerja, terutama bagi ekspatriat yang bekerja di Qatar, termasuk Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Kegiatan Keagamaan PCINU Qatar
Selain meriam Maghrib, komunitas Muslim Indonesia di Qatar juga aktif mengadakan kegiatan keagamaan selama Ramadhan. PCINU Qatar menggelar kajian Islam secara rutin, baik secara offline maupun online, untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah di kalangan warga Indonesia yang belajar dan bekerja di Qatar.








