KALIMANTANLIVE.COM – Duel seru antara Australia dan Indonesia dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia Putaran Ketiga Grup A akan berlangsung pada Kamis (20/3/2025) di Sydney Football Stadium, Australia.
Federasi Sepak Bola telah menunjuk Adham Makhadmeh, wasit asal Yordania, sebagai pengadil laga tersebut. Makhadmeh bukan sosok asing bagi sepak bola Indonesia, karena ia pernah memimpin sejumlah pertandingan di Liga 1.
# Baca Juga :PSSI Pantau Cedera Kevin Diks Usai Lawan Chelsea, Khawatir Rugikan Timnas Indonesia
# Baca Juga :Peran Patrick Kluivert di Balik Perubahan Jersey Timnas Indonesia
# Baca Juga :Inilah Joey Pelupessy: Kekuatan Baru Lini Tengah Timnas Indonesia
# Baca Juga :Ludes! Tiket Timnas Indonesia vs Bahrain di GBK Habis Terjual dalam 10 Jam
Profil Adham Makhadmeh
Dilansir dari Beritasatu.com, Adham Mohammad Tumah Makhadmeh lahir pada 13 Februari 1987 dan kini berusia 38 tahun. Dengan pengalaman luas di berbagai ajang, termasuk Liga Champions Asia, Piala Super Qatar-UEA, serta Kualifikasi Piala Dunia, Makhadmeh dikenal sebagai wasit yang tegas dan disiplin.
Pengalaman Makhadmeh di Liga 1 Indonesia
Makhadmeh tercatat pernah memimpin empat pertandingan di Liga 1 Indonesia, yaitu:
Semen Padang vs Borneo FC (1-3) pada 12 Agustus 2024
Barito Putera vs Madura United (1-0) pada 16 Agustus 2024
PSS Sleman vs Persik Kediri (0-2) pada 19 Agustus 2024
Persib vs Arema (1-1) pada 25 Agustus 2025
Dikenal dengan ketegasannya, Makhadmeh tak ragu mengeluarkan kartu. Dalam laga Barito Putera vs Madura United, ia memberikan tujuh kartu kuning. Sementara di pertandingan PSS Sleman vs Persik Kediri, empat kartu kuning dikeluarkan, dan pada laga Persib vs Arema, sembilan kartu kuning diberikan.
Rekam Jejak Makhadmeh di Kualifikasi Piala Dunia
Adham Makhadmeh juga pernah memimpin pertandingan yang melibatkan Timnas Indonesia. Pada 6 September 2024, ia memimpin laga Indonesia vs Arab Saudi yang berakhir imbang 1-1. Saat itu, ia memberikan kartu kuning kepada Maarten Paes dan Calvin Verdonk dari Indonesia, serta Sultan Al-Ghannam dan Mohamed Kanno dari Arab Saudi.










