“Di bulan Ramadan, nuansa spiritual dalam membaca dan memahami puisi semakin terasa. Semoga kegiatan ini semakin memasyarakatkan seni sastra serta menjadi evaluasi bagi pengembangan berkesenian,” tambahnya.
Sri Lailana berharap agar Tadarus Puisi menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi para seniman dalam berkarya.
BACA JUGA: PJ Sekda Banjarbaru Salurkan Bantuan untuk Majelis Ta’lim dan Dhuafa
“Jadikan kegiatan ini sebagai penyemangat baru dalam berkarya,” tutupnya.
Sastra sebagai Media Kebersamaan dan Spiritualitas
Tadarus Puisi Kota Banjarbaru 2025 bukan sekadar ajang pembacaan puisi, tetapi juga wadah bertukar pikiran, mengasah kreativitas, dan memperkuat jaringan sastra di Kalimantan Selatan.
Berlangsung hingga larut malam, acara ini membuktikan bahwa sastra bukan hanya sekadar rangkaian kata, tetapi juga jembatan kebersamaan dan spiritualitas, terutama di bulan suci Ramadan.
Sumber: MC Banjarbaru










