MUARA TEWEH, KALIMANTANLIVE.COM – Unjuk rasa damai menuntut penuntasan kasus dugaan politik uang yang menggemparkan Barito Utara hingga nasional terjadi di halaman kantor Bawaslu Barito Utara jalan Wira Praja IV Muara Teweh, 17 Maret 2025 kemarin.
Ribuan pendukung Gogo Helo yang rata-rata sukarelawan dari kalangan menengah ke bawah membaur bersama warga tanpa afiliasi politik lainnya yang tampak menunjukan kepedulian pada masa depan Barito Utara, dari cengkraman politik yang disebutnya dinasti beserta kekuasaan finansialnya.
Massa tampak memenuhi sekitar kantor Bawaslu dari pagi hingga sore hari, bahkan ratusan orang masih bertahan hingga malam hari.
BACA JUGA : Ribuan Warga Penuhi Bawaslu Barut, Bawaslu Provinsi Diusir Dari Barito Utara, Ini Sebabnya
Usai menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan memanjatkan doa, ribuan warga itu meneriakkan tuntutan agar Bawaslu responsif menangani kasus politik uang yang dinilai begitu parah.
Politik uang itu dianggap jauh lebih parah daripada masalah di dua TPS Barito Utara yang melahirkan adanya PSU disidang MK yang lalu, atas gugatan Paslon tertentu yang kini justru disorot.
Orasi-orasi disampaikan dengan menggelora oleh para orator, mendesak agar kasus ini ditangani secara jujur dan berani mengungkap aktor-aktor besar dibelakangnya.
Terdapat pula diantara orasi sebuah permohonan yang mengandung pesan mendalam kepada Presiden RI Prabowo Subianto, agar mantan Danjen Kopassus itu menaruh perhatiannya kepada masalah kekuasaan uang di Kabupaten Barito Utara saat ini.
Ketua Tim Pemenangan Gogo Helo Hasrat S.Ag melalui moment orasi tersebut berharap dalam orasinya, agar Presiden Prabowo Subianto turut memberi perhatian khusus atas apa yang sebenarnya terjadi di Barito Utara.
“Kami rakyat Indonesia dengan tulus mengajukan permohonan kepada Bapak Presiden Republik Indonesia untuk menegakan Peraturan yang adil di daerah ini terutama dalam kasus Pilkada Barito Utara,” pinta Hasrat disambut teriakan “Hidup Prabowo!” oleh para pengunjuk rasa.
Mewakili masyarakat Barito Utara Hasrat juga meminta kepada Presiden RI memberikan perhatian serius terhadap praktek politik uang yang diduga dilakukan aktor elit besar di daerah ini.







