Gempar Politik Uang di Barito Utara Mulai Undang Reaksi Mahasiswa dan Aktivis, Rusdi Sampaikan “Perubahan”

MUARA TEWEH, KALIMANTANLIVE.COM – Peristiwa tangkap tangan terhadap beberapa orang yang diduga melakukan politik uang di Muara Teweh untuk memenangkan Paslon tertentu, dengan nominal pembagian per-orang yang fantastis ternyata juga mendapat perhatian mahasiswa dan aktivis demokrasi di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah, Palangkaraya (20/3/3025).

Dari beberapa informasi yang dihimpun, mahasiswa dan aktivis telah melakukan aksi demostrasi kemarin, atas dasar keprihatinannya terhadap kondisi demokrasi di daerah setelah melihat dugaan kecurangan yang begitu nyata dan menganga di Barito Utara.

Bahkan secara tegas mereka meminta Paslon nomor urut 2 segera didiskualifikasi dari tahapan demokrasi sekarang.

BACA JUGA : Jumpa Pers Tim Hukum Gogo Helo, Buka Info Baru Politik Uang, Suara Pemilih PSU Tidak Murni

Kenyataan demikian menurut beberapa pemerhati menunjukan politik menggunakan kekuasaan uang atau kekayaan di Barito Utara bukan lagi menjadi lawan kalangan Paslon Gogo Helo saja, melainkan telah meluas menjadi solidaritas penolakan dari para aktivis pergerakan luar daerah yang peduli demokrasi di Indonesia.

Menurut beberapa warga Muara Teweh, bisa jadi kepedulian dan solidaritas dari luar Barito Utara yang muncul dikarenakan mahasiswa dan aktivis melihat Gogo Helo cenderung sangat terbatas dalam segala hal, jauh bila dibandingkan kekuatan raksasa dan punya segalanya yang dihadapinya.

“Contohnya orang lain mampu menghadirkan pengacara level nasional yang mahal, sedangkan Gogo berjuang dengan apa yang ada saja, hanya membawa ketulusan hati,” kata seorang warga.

Menanggapi fenomena tadi praktisi hukum sekaligus Pengacara Gogo Helo yang juga pernah turut menjadi bagian dari pergerakan 98, Rusdi Agus Susanto SH, menyampaikan tanggapannya mengenai reaksi mahasiswa dan aktivis tadi, yang seakan-akan sejalan dengan pandangan Gogo Helo menghendaki “perubahan” di Barito Utara.

Hal itu ia sampaikan pada saat Jumpa Pers yang diadakan Tim Hukum Gogo Helo di Kantor Pemenangannya jalan Imam Bonjol Muara Teweh (20/3/2025).

“Sejarah bangsa ini tidak bisa lepas dari peranan mahasiswa dan pemuda dari tahun 45 hingga reformasi 98, rangkaian sejarah kita tidak lepas dari peran mahasiswa dan pemuda sejak masa kemerdekaan,” kata Rusdi.

Sayangnya Rusdi melihat cenderung menurunnya sikap kritis di kalangan mahasiswa masa kini pada persoalan politik, kenegaraan, hukum maupun seperti yang saat ini terjadi di daerah ini.

“Padahal sebenarnya persoalan-persoalan tersebutlah yang menentukan nasib bangsa, dan lebih khusus seperti saat ini nasib Barito Utara,” kata Rusdi.

Apa yang kita saksikan saat ini adalah gambaran dari telah rusaknya tatanan demokrasi. Sehingga kita tidak melihat sedikitpun nilai-nilai demokrasi itu muncul ujarnya.