JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Seorang driver ojek online (ojol) berinisial Raka (22) mengalami kejadian tragis setelah diduga menjadi korban salah tangkap dan pengeroyokan oleh puluhan anggota Brimob di sekitar flyover JCC, Senayan, Kamis (20/3/2025) malam.
Dikira Demonstran, Ojol Malang Ini Jadi Korban Kekerasan
Raka sedang beristirahat di trotoar setelah kehabisan baterai ponselnya ketika tiba-tiba dikepung oleh sekelompok aparat yang tengah membubarkan aksi unjuk rasa menolak pengesahan UU TNI. Tanpa banyak bicara, ia langsung ditarik dan dipukuli tanpa ampun.
# Baca Juga :Dua Oknum Polisi di Semarang Peras Remaja Rp 2,5 Juta, Terancam Dipecat dan Penjara 9 Tahun!
# Baca Juga :Pengakuan Mengejutkan! Sopir Taksi Klaim Dipukul Oknum Polisi Setelah Bongkar Kasus Penembakan di Kalteng
# Baca Juga :Oknum Polisi Penembak Rekannya di Sumbar Dibiarkan Bebas Borgol! Ketua Komisi III DPR RI Geram!
# Baca Juga :Oknum Polisi Polda Perkosa Wanita Ini 10 Kali, Dilakukan di Rumah Dinas hingga Didorong ke Tembok
“Gue lagi duduk diam, tiba-tiba ada yang teriak ‘Tangkap! Tangkap!’, terus langsung dihajar. Gue bilang gue bukan mahasiswa, tapi enggak ada yang peduli,” ungkap Raka dengan suara gemetar setelah mendapat perawatan medis.
Pukulan Bertubi-tubi dan Tuduhan yang Dipaksakan
Menurut kesaksian Raka, lebih dari 20 anggota Brimob terlibat dalam aksi pemukulan tersebut. Dirinya berulang kali dipaksa mengaku sebagai mahasiswa yang terlibat dalam aksi demonstrasi.
“Mereka maksa gue ngaku. Gue bilang gue ojol, mereka tetap gebukin gue. Sakit banget, gue cuma bisa pasrah,” ujarnya.
Akibat kejadian tersebut, Raka mengalami luka di kepala, memar di tangan dan kaki, serta mengalami syok berat. Rekan-rekan ojol yang mengetahui kejadian itu segera membawanya ke tempat aman sebelum akhirnya mendapatkan pertolongan medis.










