KALIMANTANLIVE.COM – Tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani, semakin percaya diri dengan performanya di Swiss Open 2025. Atlet berperingkat 11 dunia itu sukses melaju ke semifinal usai menaklukkan wakil China, Han Qianxi, dengan skor meyakinkan 21-7, 21-12 di St Jakobshalle, Basel, Jumat (21/3/2025) malam WIB.
“Dibandingkan dua pertandingan sebelumnya, saya cukup puas dengan penampilan hari ini. Bukan hanya karena menang dengan skor besar, tetapi juga karena permainan saya semakin membaik,” ujar Putri KW.
# Baca Juga :Jadwal dan Daftar Pemain Indonesia di Thomas dan Uber Cup 2024, Putri KW Dicoret Ini Gantinya
# Baca Juga :Hasil French Open 2023 – Rinov/Pitha Gugur, Putri KW Beruntung, 11 Wakil Indonesia Kunci Tiket Babak 16 Besar
# Baca Juga :Singkirkan Wakil Tuan Rumah, Putri KW ke Perempat Final SEA Games 2021
Kemenangan ini juga mengubah rekor pertemuan Putri dengan Qianxi menjadi 2-1. Sebelumnya, Han Qianxi menang dalam pertemuan pertama di Malaysia International Junior Open 2018 dengan skor 21-13, 24-22, sementara Putri membalasnya di Korea Masters 2024 dengan kemenangan 21-14, 21-14.
“Permainan lawan tidak banyak berubah, tetapi ada beberapa pukulan spekulatif yang cukup mengejutkan,” tambahnya.
Performa Putri KW Meningkat Sepanjang Musim
Musim ini, performa Putri Kusuma Wardani terus menanjak. Ia berhasil mencapai perempat final di Malaysia Open 2025 dan Indonesia Masters 2025, kemudian menembus semifinal Thailand Masters 2025 sebelum terhenti di babak awal All England 2025.
Pada babak semifinal Swiss Open 2025, Putri akan menghadapi tantangan berat dari tunggal putri China, Chen Yufei. Lawan tangguh itu lolos ke empat besar setelah menang walkover atas Supanida Katethong dari Thailand.
Wakil Indonesia Lainnya di Swiss Open 2025
Di sektor ganda putra, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani harus menghentikan langkah mereka setelah takluk dari pasangan Taiwan, Lee Fang-Chih/Lee Fang-Jen. Sabar/Reza kalah dalam tiga gim dengan skor 19-21, 21-14, dan 13-21.
“Lawan bermain lebih solid, kami sudah mencoba berbagai strategi, dari menyerang hingga bertahan, tetapi mereka lebih konsisten, terutama di poin-poin akhir gim ketiga,” kata Sabar.







