VIRAL DUEL di Atas Truk! Mahasiswa dan Polisi Adu Jotos Saat Demo di Depan DPRD Sulut

MANADO, KALIMANTANLIVE.COM – Aksi demonstrasi mahasiswa di depan Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Utara berujung ricuh setelah seorang mahasiswa terlibat baku hantam dengan polisi di atas truk pengangkut pasukan. Insiden ini menjadi viral setelah video pertarungan sengit tersebut tersebar luas di media sosial.

# Baca Juga :Dua Oknum Polisi di Semarang Peras Remaja Rp 2,5 Juta, Terancam Dipecat dan Penjara 9 Tahun!

# Baca Juga :Pengakuan Mengejutkan! Sopir Taksi Klaim Dipukul Oknum Polisi Setelah Bongkar Kasus Penembakan di Kalteng

# Baca Juga :Oknum Polisi Penembak Rekannya di Sumbar Dibiarkan Bebas Borgol! Ketua Komisi III DPR RI Geram!

# Baca Juga :Oknum Polisi Polda Perkosa Wanita Ini 10 Kali, Dilakukan di Rumah Dinas hingga Didorong ke Tembok

Ketegangan Berujung Duel di Atas Truk

Awalnya, demonstrasi berlangsung damai dengan mahasiswa menyuarakan tuntutan mereka. Namun, situasi mulai memanas ketika terjadi aksi dorong-mendorong antara massa aksi dan aparat kepolisian yang berjaga.

Di tengah kericuhan, seorang mahasiswa tiba-tiba naik ke atas truk polisi dan berhadapan langsung dengan seorang anggota kepolisian. Tak butuh waktu lama, adu mulut berubah menjadi adu jotos. Dalam video yang beredar di akun Instagram @terkinidotid, terlihat keduanya saling melayangkan pukulan dengan sengit, sementara massa aksi di bawah bersorak heboh.

Beberapa aparat kepolisian berusaha melerai pertarungan tersebut, tetapi duel sudah terlanjur pecah di depan publik.

Reaksi Netizen: Pro dan Kontra Memanas di Medsos

Video ini langsung menuai berbagai reaksi dari warganet. Sebagian mendukung mahasiswa, sementara yang lain menilai aparat hanya menjalankan tugasnya.

Komentar beragam pun membanjiri unggahan tersebut:

“Berani juga nih mahasiswa! Salut sih, tapi semoga damai ya.”

“Kenapa harus ribut? Masih banyak cara elegan buat menyampaikan aspirasi.”

“Wah, kayak UFC di jalanan! Parah banget nih.”

“Kalau di daerah saya mah cuma orasi doang, enggak sampai segini.”