MUARA TEWEH, KALIMANTANLIVE.COM – Jika pada pemungutan suara 27 November 2024 lalu Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Gogo Purman Jaya dan Hendro Nakalelo (Gogo Helo) unggul, pada Pemungutan Suara Ulang (PSU) 22 Maret 2025 kali ini keunggulan berganti diraih oleh Akhmad Gunadi Nadalsyah dan Sastra Jaya (Agi Saja).
Perolehan masing-masing paslon pada TPS 01 Melayu Gogo Helo mendapatkan suara 185 suara, sedangkan Agi Saja memperoleh 326 suara.
Adapun pada TPS 04 Malawaken, Paslon Gogo Helo memperoleh 236 suara dan Agi Saja memperoleh 265 suara.
Jika dipersenkan Agi Saja mendapatkan 50, 401 % sedangkan Gogo Helo meraih 49, 602 %.
BACA JUGA : Jumpa Pers Tim Hukum Gogo Helo, Buka Info Baru Politik Uang, Suara Pemilih PSU Tidak Murni
Pada saat PSU berlangsung di TPS 01 Melayu, para tokoh politik pendukung Agi Saja sejak pagi telah berada di sekitar depan pintu masuk TPS dan sekitarnya. Terlihat Akhmad Gunadi dan sang ayah Nadalsyah Koyem serta saudara perempuan Koyem berada di teras sebuah rumah menghadap langsung ke TPS.
Sempat pula TPS kedatangan Gogo Purman Jaya dan timnya, namun tidak sampai penghitungan suara Gogo sudah tidak ada di tempat. Gogo datang dengan pakaian sederhana lalu duduk di depan teras rumah warga sambil ngobrol santai bersama warga lainnya.
Sekadar catatan, banyak peristiwa kontroversial terjadi pada saat sebelum memasuki PSU. Berikut beberapa kejadian-kejadian menjelang PSU yang menyita perhatian khalayak lokal hingga nasional.
1. Pada tanggal 14 Maret 2025 atau 8 hari menjelang PSU, warga menciduk beberapa orang yang diduga kuat sebagai bagian dari tim di lingkungan Ring 1 Paslon tertentu sedang membagikan uang jutaan rupiah kepada warga Pemilih tertentu di TPS 01 Melayu. Para terduga pelaku dibawa ke kantor Polisi, kendaraannya diangkut.
Dalam peristiwa itu ditemukan uang sebesar 250 juta rupiah. Peristiwa ini bahkan menggemparkan publik hingga nasional, dan disorot beberapa tokoh intelektual dan aktivis demokrasi.
2. Berikutnya ayah kandung Akhmad Gunadi Nadalsyah, Koyem, ramai diberitakan tiba-tiba dijumpai berada di Desa Malawaken dengan alasan menjaga ketertiban desa.
“Saya di sini tidak bermaksud untuk intervensi, tapi ini bentuk keikutsertaan saya menjaga ketertiban desa Malawaken,” kata H. Nadalsyah Koyem mengutip Kalteng Pos (20/3/2025).
Koyem pada saat itu tidak sengaja bertemu patroli tim Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu) saat tim sedang menyisir Desa Malawaken.
Koyem beralasan kedatangannya untuk bersilaturahmi dan hendak berbuka puasa bersama. Alasan ini bagi banyak pihak sulit diterima, sebab sedang detik-detik mendekati PSU. Koyem yang datang untuk menjaga ketertiban desa dan buka puasa ditempat yang jauh dan sunyi dianggap penuh dengan kejanggalan dan sukar diterima logika.
TANGGAPAN KAPOLDA KALTENG TENTANG PROSES HUKUM DUGAAN POLITIK UANG JELANG PSU
Tentang dugaan politik uang pada tanggal 14 Maret lalu, Kapolda Kalteng Irjen Iwan Kurniawan saat di wawancarai awak media ketika meninjau kesiapan pengamanan PSU di Desa Malawaken mengatakan, kasus ini akan terus lanjut dan iwan juga menjamin tidak akan mandek.
“Saya yakinkan saya jamin kasus itu tidak ada mandek, semua sudah berproses,” terang Kapolda.
Kalaupun saat ini masih ada kendala-kendala tetap akan diusahakan semaksimal mungkin proses itu akan berjalan sesuai dengan prosedur sesuai dengan ketentuan, jelas Kapolda.
“Perlu rekan-rekan ketahui kita harus lebih mengedepankan masalah pembuktian. Alat bukti ini harus secara maksimal dikumpulkan sehingga nanti pada saat dipersidangan itu sudah tidak ada persoalan lagi soal alat bukti,” kata Kapolda.
Saat ini bukti-bukti terus dikumpulkan, orang-orang yang menjadi saksi sedang dilakukan pemeriksaan kata Kapolda.
Mengenai target waktu penyelesaian ada 14 hari kata Kapolda Irjen Iwan Kurniawan.









