KALIMANTANLIVE.COM – Legenda tinju kelas berat Amerika Serikat, George Foreman, meninggal dunia pada Jumat (21/3/2025) waktu Texas, AS, di usia 76 tahun. Selain dikenal sebagai juara dunia tinju, Foreman juga menjadi ikon budaya pop berkat produk terkenalnya, ‘Foreman Grill’.
Kabar Duka dari Keluarga Foreman
Keluarga Foreman mengonfirmasi kabar duka ini melalui unggahan di akun Instagram resmi @biggeorgeforeman.
# Baca Juga :Hasil Akhir PON XXI 2024, Atlet Tinju Putri Kalsel Raih Emas, Menembak Torehkan Perak dan Perunggu
# Baca Juga :18 Adegan Ini Mengungkap Fakta Sadis Pembunuhan Eks Atlet Tinju di Banjarmasin
# Baca Juga :Hanya karena Uang Rp 2 Ribu, Atlet Tinju Boxing Asal Banjarmasin Tewas Dikeroyok 3 Pria
# Baca Juga :UPDATE Pra Popnas 2022, Atlet Tinju Putri Kalsel Raih 2 Emas, Sepak Takraw ke Final
_“Hati kami hancur. Dengan kesedihan mendalam, kami mengumumkan kepergian George Edward Foreman Sr. Beliau meninggal dunia dengan damai pada 21 Maret 2025, dikelilingi oleh orang-orang terkasih. Seorang pendeta, suami yang setia, ayah yang penyayang, serta kakek dan buyut yang bangga, beliau menjalani hidupnya dengan penuh keyakinan, kerendahan hati, dan tujuan.
Sebagai atlet Olimpiade, juara dunia kelas berat dua kali, dan dermawan, beliau dihormati sebagai sosok yang memiliki disiplin, tekad, dan keyakinan kuat. Kami berterima kasih atas doa dan cinta yang diberikan, serta meminta privasi untuk mengenang kehidupan luar biasa pria yang kami cintai.”_
Jejak Karier: Dari Rumble in the Jungle hingga Juara di Usia 45 Tahun
Foreman adalah salah satu petinju terbesar sepanjang masa, terutama pada era 1970-an yang diwarnai rivalitasnya dengan Muhammad Ali dan Joe Frazier. Ia pertama kali menjadi juara dunia kelas berat pada 1973 setelah menumbangkan Joe Frazier.
Namun, satu setengah tahun kemudian, ia harus menyerahkan gelarnya kepada Muhammad Ali dalam pertarungan legendaris “Rumble in the Jungle” di Zaire pada 30 Agustus 1974.
Pada 1977, Foreman memutuskan pensiun setelah mengalami pengalaman spiritual. Ia kemudian menjadi pendeta yang ditahbiskan pada 1978 dan mulai berkhotbah di Houston, Texas. Namun, satu dekade kemudian, ia mengejutkan dunia dengan kembali ke ring dan berhasil merebut kembali gelar juara dunia kelas berat pada 1994. Kemenangan ini menjadikannya juara dunia kelas berat tertua dalam sejarah, di usia 45 tahun. Foreman akhirnya pensiun secara permanen pada 1997 setelah kalah dari Shannon Briggs.
Foreman di Luar Ring: Bisnis dan Inspirasi
Selain berprestasi di dunia tinju, Foreman juga dikenal sebagai pebisnis sukses. Pada 1990-an, ia memperkenalkan pemanggang ‘Foreman Grill’ yang laris di pasaran dan terjual lebih dari 100 juta unit di seluruh dunia.
Foreman juga aktif dalam berbagai kegiatan kemanusiaan dan proyek dokumenter yang mengangkat perjalanan hidupnya. Pada 2023, kisah hidupnya diadaptasi ke layar lebar dalam film biografi Big George Foreman, yang disutradarai oleh George Tillman Jr. dan dibintangi oleh Khris Davis sebagai Foreman.









