JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Jagat media sosial dihebohkan dengan video viral seorang pria yang memiliki tumpukan uang baru senilai Rp 2 miliar untuk jasa penukaran uang. Fenomena ini langsung mendapat sorotan dari Bank Indonesia (BI) yang mengingatkan masyarakat akan bahaya menukar uang di luar jalur resmi.
Stok Uang Baru Rp 2 Miliar! Kok Bisa?
Seorang pria asal Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, bernama Wildan, mendadak viral setelah mengunggah video tumpukan uang baru melalui akun TikTok Wildan Uang Baru. Dalam unggahannya, ia menawarkan jasa penukaran uang dengan nominal mulai dari Rp 1.000 hingga Rp 20.000 tanpa batasan jumlah.
Wildan mengklaim bisa menyediakan uang baru dalam jumlah besar bagi siapa saja yang membutuhkan, terutama menjelang Lebaran. “Kami siap kirim ke berbagai kota tanpa ribet, stok aman,” ujarnya dalam video tersebut.
# Baca Juga :Viral! Jambret Tarik Tas Korban di Bangkalan, Korban Terjatuh dan Luka Parah!
# Baca Juga :VIRAL DUEL di Atas Truk! Mahasiswa dan Polisi Adu Jotos Saat Demo di Depan DPRD Sulut
# Baca Juga :VIRAL! Kreator TikTok Jerhemy Owen Ungkap Kondisi Mengerikan Lumpur Lapindo: “Kaya Laut!”
# Baca Juga :VIRAL! Seorang Ibu Usai Jadi Saksi Mata Tabrakan Trags Kereta Api Vs Truk, 1 Tewas
Tak butuh waktu lama, jasa penukaran uang ini langsung diserbu masyarakat. Dalam video terbaru, terlihat antrean warga yang ingin menukar uang hingga stok yang awalnya menggunung mulai menipis.
Masyarakat Pilih Tukar Uang di Jasa Tidak Resmi
Salah satu warga yang ikut menukar uang, Latifah, mengaku lebih memilih jasa ini karena lebih praktis dibandingkan layanan resmi dari BI yang mengharuskan pendaftaran online.
“Kalau di BI harus antre dan ada batasannya. Di sini lebih gampang dan cepat, meski ada biaya tambahan,” ujar Latifah.
Namun, di tengah viralnya video ini, banyak warganet mempertanyakan dari mana Wildan mendapatkan uang dalam jumlah sebesar itu.
“BI aja pakai sistem antrean, tapi kok ini ada Rp 2 miliar cash? Jangan-jangan ada uang palsu?” tulis salah satu pengguna X.
Bank Indonesia Langsung Buka Suara
Menanggapi fenomena ini, Bank Indonesia akhirnya buka suara dan mengingatkan masyarakat agar hanya menukarkan uang di jalur resmi.
“BI tidak memberikan akses khusus kepada penjual uang atau pihak tertentu lainnya,” tegas Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, Selasa (25/3/2025).
BI menegaskan bahwa penukaran uang baru hanya dilakukan melalui layanan resmi seperti perbankan dan kas keliling yang dapat diakses melalui situs Pintar BI. Hal ini bertujuan untuk memastikan keaslian uang dan menghindari risiko penipuan.








