Berdasarkan pandangan ulama, mencicipi makanan saat puasa diperbolehkan selama makanan tidak ditelan. Jika dilakukan karena kebutuhan, seperti oleh juru masak atau ibu rumah tangga, tindakan ini tidak dianggap makruh. Namun, jika dilakukan tanpa alasan jelas, lebih baik dihindari untuk mencegah risiko batalnya puasa.
Jika makanan tidak sengaja tertelan, puasa tetap sah dan tidak perlu diganti. Oleh karena itu, dalam mencicipi makanan saat puasa, niat dan kehati-hatian sangat penting agar ibadah tetap sah dan diterima oleh Allah SWT.
Dengan memahami hukum ini, umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang, tetap menjaga kualitas masakan, dan memastikan puasanya sesuai dengan syariat.
(kalimantanlive.com/berbagai sumber)
editor : TRI






