JAKARTA, Kalimantanlive.com – Aplikasi pesan terenkripsi Signal mendadak menjadi sorotan publik di Amerika Serikat (AS) setelah bocornya rencana militer pemerintahan Presiden Donald Trump terkait konflik di Yaman, yang tersebar melalui grup obrolan secara tidak sengaja.
Meskipun Signal mungkin tidak sepopuler WhatsApp di banyak negara, aplikasi ini terkenal di kalangan pejabat pemerintah AS dan aktivis berkat tingkat keamanannya yang sangat tinggi.
Sebelum insiden kebocoran data ini, Signal sudah menjadi pilihan utama bagi banyak kalangan yang mengutamakan komunikasi yang terlindungi.
BACA JUGA: Apple Watch Akan Dilengkapi Kamera, Diprediksi Rilis pada 2027
Signal adalah aplikasi yang memungkinkan penggunanya berkomunikasi melalui teks dan suara dengan perlindungan enkripsi yang sangat kuat.
Aplikasi ini telah eksis lebih dari sepuluh tahun dan diakui sebagai standar utama untuk komunikasi terenkripsi menurut para ahli di bidang keamanan digital.







