SAMPANG, KALIMANTANLIVE.COM – Seorang bocah berusia 9 tahun berinisial RU, warga Desa Dulang, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, meninggal dunia di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Puskesmas Torjun pada Senin (24/3/2025). Kejadian ini menuai kekecewaan keluarga korban karena diduga adanya keterlambatan penanganan medis.
# Baca Juga :Tabrak Truk Parkir di Tepi Jalan, Pengendara Sepeda Motor Metik di Tabalong Tewas Ditempat
# Baca Juga :Kecelakaan Maut di Sukoharjo: KA Batara Kresna Tabrak Mobil, 4 Tewas dan 3 Luka-Luka
# Baca Juga :Misteri Sinkhole Maut di Korea Selatan! Pengendara Motor Tewas, Kedalaman Capai 20 Meter
# Baca Juga :Tragedi Maut di Perlintasan Kereta! Satu Keluarga Tewas, Sopir Tak Sempat Hindari Tabrakan
Menurut keterangan keluarga, RU dibawa ke puskesmas dalam kondisi kritis. Namun, saat tiba di IGD, tidak ada tenaga kesehatan (nakes) yang berjaga. Ruangan yang seharusnya menjadi tempat penanganan darurat justru kosong tanpa petugas.
Pamannya, Gani, yang mengantar korban, panik dan berusaha mencari tenaga medis. “Saya berteriak dan berlari ke setiap ruangan untuk memanggil tenaga medis, tapi tidak ada satu pun petugas yang datang,” ujarnya seperti dikutip dari @kompascom.
Setelah sekitar 30 menit, seorang petugas akhirnya datang dan memanggil rekan-rekannya. Sayangnya, nyawa RU sudah tak tertolong. “Saat petugas tiba, ponakan saya sudah meninggal dunia,” tambah Gani.
Menanggapi peristiwa ini, Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Sampang, dr Abdulloh Najich, membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Puskesmas Torjun dan mendapat penjelasan bahwa saat kejadian, petugas kesehatan sedang mengganti infus pasien lain di ruangan belakang.







