Bagi warga yang sudah menukar sampahnya dengan sembako, wajib mencelupkan jarinya ke dalam botol tinta, layaknya pilkada. Itu sebagai penanda yang bersangkutan telah menerima sembako dan bonus takjil berbuka.
Rahmat menyampaikan, program pilah sampah dari rumah ini sebagai upaya pengurangan sampah dari masyarakat. “Meski pilah sampah ini hanya 10 persen dari langkah konkrit pengelolaan sampah, tapi dampaknya sangat signifikan,” terangnya.
BACA JUGA: Tiga Pelaku Curanmor Dibekuk Polisi Tanah Bumbu, Motor Raib dalam Hitungan Menit
Ia berharap, demam program tukar sampah dengan sembako ini bisa dilanjutkan dan ditularkan hingga ke desa-desa. Karena respon masyarakat dan animonya cukup tinggi.
“Saat ini kami disuport pula oleh sejumlah korporasi. Salah satunya PT Putra Perkasa Abadi. Harapannya perusahaan lain juga bisa mengambil peranan untuk program-program persampahan,” imbuhnya.
Sementara ditengah antusiasme warga, tampak kehadiran Camat Kusan Hilir, Amiruddin. Ia mengapresiasi inovasi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tanah Bumbu dalam upaya pengurangan sampah.
“Kita bakal turut suport aksi Pemkab Tanah Bumbu dalam implementasi dan optimalisasi pengelolaan sampah sesuai visi misi Bupati,” tandasnya.










