Lebih Sebulan Memimpin, Begini Progres 7 Program Prioritas Tabalong Smart 

Sementara yang dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Tabalong, dalam hal penyiapan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebagai tempat pemasangan perangkat Wifi Gratis di perdesaan dari target 121 desa, telah siap sebanyak 27 RTH desa (22 persen) per 17 Maret 2025.

Kemudian, untuk Program Satu Desa Satu Da’i, pengampu Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Tabalong melaporkan, telah melaksanakan perjanjian kerjasama dengan 7 Pondok Pesantren dari target sebanyak 8 Ponpes yang menjadi tempat pendidikan atau pengiriman santri pada tahun 2025.

Terkait program Satu Desa Satu Dai ini, pembebanan pembiayaannya menunggu perubahan anggaran tahun 2025, yaitu sebesar Rp2, 27 miliar.

Program Tabalong Pasti Sehat yang dimotori oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong, menargetkan pelayanan homecare kepada 20.340 pasien pada tahun 2025 dan sebanyak 1.220 pasien telah dikunjungi per 17 Maret 2025.

Dinkes Tabalong juga menargetkan 100 Persen UHC dengan sasaran jumlah penduduk sebagaimana data dinamis yang dimiliki oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Tabalong. Per tanggal 17 Maret 2025, telah terimplementasikan UHC pada 102.232 jiwa (101,24 persen).

Target sasaran tambahan UHC sebanyak 11.138 jiwa dalam pelaksanaanya menggunakan anggaran Rp5,97 miliar yang tersedia pada APBD induk tahun 2025.

Masih dalam rangka mewujudkan program Tabalong Pasti Sehat, Dinkes menargetkan pula biaya pendamping pasien untuk 17.000 orang (3.400 x 5 PKM) yang implementasi pelaksanaannya dilakukan nanti setelah pergesaran anggaran Rp1,7 miliar pada APBD-P 2025.

Sedangkan RSUD H Badaruddin Kasim membuat target penyaluran biaya pendamping pasien untuk 7.500 orang (dengan indeks Rp. 100 ribu per orang hari dikalikan maksimal 5 hari). Namun untuk ini masih belum diimplementasikan karena menunggu pergeseran anggaran sebesar Rp3,75 miliar.

Sementara Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tabalong kebagian menargetkan jaminan sosial tenaga kerja untuk pekerja informal rentan miskin dan UMKM, sebanyak 8.350 orang di tahap pertama dan sebanyak 8.765 orang di tahap kedua dengan anggaran Rp4,99 miliar di tahun 2025.

Hingga 17 Maret 2025 Disnaker telah menggelontorkan Jamsosnaker sebesar Rp148 juta dan calon penerima bantuan iuran yang masih proses pendataan sebanyak 7.685 orang.

Program Mencetak 15 Ribu Tenaga Terampil melibatkan sejumlah SKPD, antara lain Disnaker, Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Perkebunan dan Peternakan, DPMD, Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tabalong, serta Desa dan Lembaga Pendidikan Keterampilan Jikamaka.