KALIMANTANLIVE.COM, TTU – Tragedi memilukan terjadi di Perairan Oelbubun, Kecamatan Biboki Anleu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Kamis (27/3/2025). Sebuah perahu yang membawa delapan orang, termasuk mantan Bupati TTU Raymundus Fernandez, tenggelam setelah dihantam gelombang tinggi saat mereka sedang memancing di tengah malam.
# Baca Juga :Remaja Tenggelam di Sungai Halong Akhirnya Ditemukan, 11 KM dari Lokasi Kejadian
# Baca Juga :Seorang Remaja di Halong Dikabarkan Tenggelam, Pencarian Masih Dilakukan
# Baca Juga :Pelajar Tenggelam di Sungai Manunggul, Polsek Sungai Durian Kotabaru Tingkatkan Edukasi Keselamatan
# Baca Juga :Seorang Bocah Dikabarkan Tenggelam di Sungai Alalak Batola, Tim Relawan Lakukan Pencarian
Jenazah Mantan Bupati Ditemukan Tak Bernyawa
Tim SAR berhasil menemukan jenazah Raymundus Fernandez pada Kamis pagi sekitar pukul 10.00 WITA. Wakapolres TTU, Komisaris Jemy Oktovianus Noke, mengonfirmasi penemuan tersebut.
“Barusan sekitar pukul 10.00 WITA ditemukan jenazah Bapak Mantan Bupati TTU,” ujar Jemy kepada wartawan.
Dengan ditemukannya jenazah Raymundus Fernandez, jumlah korban tewas akibat insiden ini bertambah menjadi tiga orang. Dua korban lainnya adalah Adrianus Mado dan Andreas Mado, yang diketahui merupakan ayah dan anak.
Dua Korban Masih dalam Pencarian
Sementara itu, dua orang lainnya, yakni seorang anak bernama Roy Bani dan pria dewasa bernama Mus Bani, masih dinyatakan hilang. Tim SAR terus melakukan pencarian untuk menemukan keduanya.
Dari delapan orang yang berada di dalam perahu, tiga orang berhasil selamat, yaitu Kasmir Koa, Irenius Opat, dan Melianus Yori Betay.
Kronologi Tenggelamnya Perahu
Musibah ini bermula saat rombongan berangkat memancing menggunakan perahu pada Kamis siang sekitar pukul 14.00 WITA. Namun, cuaca mulai memburuk pada pukul 17.00 WITA dengan angin kencang dan ombak besar yang terus berlangsung hingga malam.
Saat hendak kembali ke daratan sekitar pukul 22.00 WITA, air laut mulai masuk ke dalam perahu, menyebabkan kapal kehilangan keseimbangan dan akhirnya tenggelam.








